Soal Dana Hibah Ponpes, Kumala Desak Kejari Lebak Panggil FSPP dan Kemenag Lebak

0
1546

Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) saat melakukan Aksi Demonstrasi di Depan Kantor Kejari Lebak (Foto : Bantenday)

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) melakukan aksi demonsttasi di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Rabu (28/04/2021).

Dalam aksinya mahasiswa menuntut agar Kejari Lebak melakukan uji petik terhadap pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Lebak dan Kemenag Lebak. Lantaran diduga terlibat dalam dugaan kasus korupsi bantuan dana hibah Ponpes tahun 2020 dari Pemerintahan Provinsi Banten.

Mereka meminta Kejari Lebak itu untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pondok pesantren 2020. Kasus tersebut terendus setelah Gubernur Banten melaporkan dugaan adanya praktek korupsi pada dana Hibah Pondok Pesantren 2020 dan sudah ditetapkan beberapa tersangka.

“Kami minta Kejari Lebak untuk turun melakukan tangan uji petik pada kasus dugaan korupsi dana hibah ponpes 2020,” teriak Muhamad Andi Koordinator aksi.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi dana hibah Ponpes tahun 2020 berawal dari adanya dugaan pemotongan anggaran, bahkan terindikasi adanya ponpes fiktif sehingga didapatkan keuntungan untuk dibagikan kebeberapa pihak yang terlibat.

“Ada dugaan potongan anggaran untuk tiap ponpes bahkan adanya dugaan ponpes fiktif, kami menduga pengurus FSPP Lebak serta Kemenag Lebak ikut bermain,” katanya.

Orator lain Jayani menambahkan Kejari Lebak bisa membuka kasus ini dengan memanggil dan periksa pengurus FSPP Lebak beserta Kemenag Lebak.

“Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Lebak yang menaungi Pondok Pesantren se Kab. Lebak serta Kemenang Lebak yang memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi data pondok pesantren maka Kejari Lebak harus memeriksa keduanya. Dengan begitu dugaan keterlibatan FSPP dan Kemenag Lebak akan tampak jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen pada Kantor Kejari Lebak, Koharudin mengatakan, kasus tersebut tengah ditangani Kejati Banten.

“Sementara kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi Banten,” katanya saat di hubungi melalui pesan WhatsApp. (Red/Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here