Aksi Unras, Kumala Serang: Empat Tahun WH-Andika Tuding Kinerjanya Bagus Tapi Bohong

0
224

SERANG, BANTENDAY.co.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras) di halaman Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang. Kamis (25/2/2021).

Dalam aksinya, mahasiswa menilai dalam kepemimpin Wahidin Halim Andika Hazrumi (WH-Andika) yang mana mereka sudah menjabat 4 tahun dalam masa kepemimpinannya, ini bukan waktu yang singkat bahkan hampir habis dalam satu periode jabatannya. Akan tetapi melihat realita selama kepemimpinan WH Andika ini tidak ada perubahan atau kemajuan yang ada hanya kemunduran yang di rasakan.

“Bisa kita lihat oleh mata sadar kita bahwa kinerja yang sudah tidak lagi relevan dengan visi-misi Wh-Andika yang jauh dari kebutuhan untuk masyarakat, banyak persoalan yang perlu kita soroti,” teriak Fauzi Korlap aksi dalam orasinya.

Kata Fauzi, berbicara pengangguran, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, infrastruktur, ekonomi. Bahkan ini sudah menjadi isu yang telah mereka jawab pada masa pencalonan sebagai Gubernur Banten dan akan segera di selesaikan.

“Tapi malah terbalik, kini banyaknya ketimpangan yang terjadi ketika Wh-Andika sudah menjadi Gubernur Banten dan malah memperkeruh keadaan ditengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Bahkan kami menganggap bahwa Wh-Andika tidak mempunyai arah dan tujuan dalam memimpin Provinsi Banten, janji politinya pun itu hanya menina bobokan masyarkat Banten dan merupakan pembodohan demi kemenangan,” tegasnya.

Pendemo juga menilai bahwa tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten mendapatkan tiga kali berturut-turut nomor satu se Indonesia mulai dari tahun 2018, 2019, hingga 2020.

“Ini adalah bukti bahwa Pemprov Banten tidak pernah menghasilkan track record yang positif bagi masyarkat Banten. Kemiskinan problem yang tidak pernah habisnya di selesaikan oleh Wh-Andika penduduk miskin di Banten pada bulan Maret 2020 mencapai 5,92 persen atau sebanyak 775.990 orang dan kini provinsi banten menempati posisi ke 8 jumlah kemiskinan terbanyak se- Indonesia, ini bukti nyata bahwa WH-Andika tidak bisa mengentaskan angka kemiskinan,” tukas Fauzi.

Ketua Kumala Perwakilan Serang Misbahudin juga mengaskan dalam orasinya, pendidikan ditengah situasi pandemi seperti ini semua aktivitas pembelajaran dilakukan melalui daring dan seharusnya Pemprov harus hadir ditengah sarana pendukung sperti Wifi atau pembuatan Tower Sinyal, karna di kabupaten Lebak sangatlah minim tingat sinyal bagi sekolah yang ada di pelosok.

“Untuk menunjang efektivitas para siswa belajar di tengah pandemi Covid19. Bahkan orang tua murid mungkin merasa di susahkan karna harus membelikanya paket untuk keperluan anaknya belajar untuk memenuhi kebutuhan sekolah, di tambah lagi pendapatan bagi orang tua yang kurang mampu mungkin ini sangatlah berat karna di benturkan oleh kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Ia juga menetangkan bahwa perlu adanya keseriusan Pemvrop Banten dalam melaksanakan amanat UUD 1945 mencerdasakan kehidupan Bangsaa. Bahkan ditengah kondisi pandemi seperti ini pemprov banten disajikan dengan bagi-bagi insentif untuk ASN yang ada di ruang lingkup provinsi Banten, ini jelas pemerintah tidak pro terhadap rakyat, yang seharusnya pemprov memikirkan rakyat dan mencari jalan keluarnya malah mereka bebagi kue untuk kepentingan pribadinya.

” Yang jelas masyarkat saat ini sangalah membutuhkan sentuhan dan perhatian dari pemerintah dalam bentuk memberikan solusi tentang perbaikan ekonomi, bagi-bagi masker dan membuat sosialisasi agar masyarakat awam bisa memahami tentang bahaya Covid-19. Pada akhirnya ini menjadi bahan pertanyaan kami dari Kumala Serang, kenapa Pemprov malah membuat satu koneksi dimana insentif itu boleh di nikmati oleh ASN yang sudah punya gajih dan tunjangan? Padahal meskipun itu sudah menjadi keputusan pusat, tapikan Pemprov harusnya bisa mengejawantahkan terkait insentif itu di tengah masyarakat yang mengalami kesusahan,” terang Misbah.

Kumala juga mendesak agar Pemprov Banten segera menuntaskan persoalan yang ada di Banten.

“Maka dari itu Kumala Perwakilan Seranh menuntut kepada WH-Andika untuk menuntaskan kemiskinan, Perbaiki garis intruksi dan kordinasi antar kabupaten/kota dan provinsi dalam menuntaskan permasalahan yang ada di banten. Berikan akses pemerataan terhadap pendidikan SMA/SMK dan SKH di Provinsi Banten. Perbaiki infrastruktur pasca bencana  Banjir di Lebak awal tahun 2020 lalu. Bangun segera rumah layak huni untuk korban bencana di Kecamatan Lebakgedong kabupaten Lebak. Seriuskan penanganan Covid-19.” ujarnya.

Mahasiswa Kumala juga menolak ASN yang mendapatkan insentif dari Pemerintah terkait anggaran penanganan Covid-19. Lebih baik anggaran tersebut di manfaatkan oleh masyarakat yang tertimpa musibah yang pada saat ini masih di hunian sementara.

“Tolak insentif satgas Covid-19 yang diberikan kepada ASN Provinsi Banten,” pungkasnya.

Setelah puas menyampaikan orasinya mahasiswa langsung membubarkan diri dengan tertib dan di kawal oleh aparat kepolisian Polres Serang Kota (Red/Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here