STNK Mati, UPT PPD Rangkasbitung Lakukan Penagihan ‘Door to Door’ Guna Maksimalkan PKB

0
223

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Optimalisasi pendapatan daerah dan peningkatan pelayanan pungutan pajak, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Unit Pelaksana Teknis Badan Pendapatan Daerah atau UPT Bapenda Provinsi Banten Samsat Rangkasbitung menggelar rapat koordinasi dengan unsur aparatur 18 Kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak.

Kepala Seksi (Kasi) Penagihan dan Penerimaan pada kantor UPTD PPD Rangkasbitung Agus Suryadi mengatakan, dalam rangka program peningkatan pelayanan pungutan pajak daerah, Khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Pelaksanaan kegiatan penagihan PKB merupakan salah satu program kegiatan yang terfokus pada Seksi penerimaan dan penagihan.

“Dalam program penagihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya nyata dalam memaksimalkan pendapatan yang terfokus pada wajib pajak yang belum melakukan pembayaran PKB atau dengan istilah umum kendaraan yang pajaknya menunggak atau Surat tanda nomor Kendaraan (STNK) yang dimiliki oleh pemilik kendaraan sudah mati. dengan metode berkunjung langsung ke rumah-rumah,” ucap Agus Suryadi kepada Bantenday.co.id Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut kata Agus, perlu diingatkan kepada masyarakat bahwa terkait pembayaran pajak kendaraan bermotor yang wajib di bayarkan satu tahun sekali secara berkesinambungan.

Selama kendaraan tersebut tidak hilang atau dihanguskan itu ada keterkaitan dengan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) yang di sahkan oleh petugas kepolisian selaku aparatur yang berwenang dalam registrasi Indentifikasi kendaraan bermotor.

“Dalam hal ini masyarakat harus dapat menyadari bahwa wajib kepada pemilik kendaraan untuk membawa surat kendaraan yang sah bahasa mmumnya STNK/pajaknya hidup ketika berlalu lintas,” lanjutnya.

Ditambahkan Agus Suryadi, dalam kesempatan rapat tersebut di tengah masa pandemi Covid-19, Selain program penagihan PKB yang akan  dilaksanakan secara door to door oleh petugas UPTD PPD Samsat Rangkasbitung juga memiliki gerai pelayanan samsat diantaranya Gerai Samsat Gunungkencana, Gerai Samsat Maja, dan Gerai Samsat Cipanas.

Selain gerai ada pelayanan Samsat Keliling (SAMLING), Samsat Motor (SAMTOR) yang biasanya di sosialisasikan terlebih dahulu kepada kantor Kecamatan dan dilaksakan terjadwal di wilayah Kecamatan yang padat penduduk.

“UPT PPD Rangkasbitung berusaha mengembangkan inovasi peningkatan pelayanan dan menghindari kerumunan dalam mencegah penyebaran Covid -19 dan percepatan pelayanan, UPTD PPD Rangkasbitung  dengan mitra terkait. Kepolisian, Jasaraharja dan Bank BJB,” ujarnya.

Selain itu tambah Agus, UPT PPD Rangkasbitung juga mensosialisasikan Pergub Nomor 2 tahun 2021 dan surat edaran Kepala Bapenda Provinsi Banten disampaikan juga bahwa ada program Bebas Bea balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB II) untuk kendaraan mutasi masuk ke wilayah Banten dari luar wilayah Banten Selama 6 bulan.

“Mulai per 1 Februari hingga 31 juli 2021. Maka dari itu selagi ada kesempatan bagi pemilik kendaraan di wilayah Rangkasbitung khususnya dan banten pada umumnya, apabila memiliki kendaraan masih Plat nomor di luar wilayah banten untuk segera memanfaatkan kesempatan BBNKB gratis ini,” terangnya. (Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here