Petani di Banten Selatan Khawatirkan Tidak adanya Alsinstan Hambat Masa Panen

0
226

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Memasuki masa panen pertama pada awal tahun 2021 petani padi dari Banten Selatan  mengeluhkan kekurangan alat mesin pertanian atau combine Harvester untuk memanen padi di Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak. Sehingga petani kesulitan, dalam pengerjaan panen musim tanam pertama tersebut.

Kelompok Tani Pakbar Jumani mengeluhkan, lantaran tidak adanya alat mesin pertanian (Alsintan)
untuk memanen padinya pada masa panen pertama ini. Padahal menurutnya, Selain kondisi cuaca, ketersediaan Alat Mesin Pertanian juga membantu dalam proses panen, hal ini membantu untuk menghemat biaya dan juga waktu pengerjaan.

“Iya betul dengan luas lahan sawah dari anggota Poktan kami yang sangat luas. Kami membutuhan sedikitnya 3 Alat Mesin Pertanian (Alsinstan), untuk memanen sawah kelompok tani kami,” ujar Jumani kepada Bantenday.co.id Selasa (23/2/2021).

Dikatakan dia, petani kesulitan, dalam pengerjaan panen musim tanam pertama ini. Apalagi sekarang padi sudah sangat pas untuk di panen.

“Tetapi ya tadi itu, kami kekurangan alat pertaniannya. Kami juga takut, kalau alat pertanian sulit nanti gagal panen,” tambahnya.

Senada juga disampaikan Ahmad anggota Kelompok Bina Tani 2, yang merasakan hal yang sama. Memasuki panen musim tanam 1, seharusnya pemerintah yang mempunyai otoritas untuk pemerataan distribusi alat mesin pertanian khususnya Dinas Pertanian Provinsi Banten, untuk mengantisipasi kelangkaan Alsinstan menjelang musim panen saat ini.

“Apalagi sekarang kan lagi masa pandemi, jangan sampai ini diperburuk oleh kelangkaan bahan pokok beras,” ujar Ahmad.

Saat ditanya mengenai bantuan Alsinstan dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, pihaknya  membenarkan adanya bantuan 1 unit Alsinstan yang datang pada sore kemarin. Tetapi kondisi alatnya mengkhawatirkan, selama perjalan menuju lokasi lahan sawah itu sudah  mogok 12 kali. Itu memakan waktu tempuh yang cukup lama, biasanya kami cuman 3 jam, ini dari jam 10 malam sampai lokasi jam 5 subuh. Belum cukup disitu, pada saat digunakan pun beberapa kali mogok.

“Ieu mah kumaha, sapoe 4 kotak bae geh teu anggeus, ja combine-na mogok bae” (Ini bagaimana, sehari 4 kotak juga tidak selesai, karena Combine-na Mogok terus),” keluhnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here