Aktivitas Pasar Sore Desa Cempaka Abai PPKM Mikro

0
501



TANGERANG,BANTENDAY.co.id-Pemerintah pusat telah menetapkan peraturan baru untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dari PSBB ke bentuk kebijakan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, pada 9 Februari 2021 kemarin. Namun ketentuan tersebut rupanya diabaikan warga saat beraktivitas di Pasar sore (mingguan) Desa Cempaka Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.

Pantauan wartawan di lokasi Pasar Sore pada Kamis (11/02/2021), terlihat sejumlah warga saat bertransaksi jual beli, banyak yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak atau mencuci tangan. Bahkan kerumunan orang tidak terhindarkan, alih alih mengurangi mobilitas (5M), yang terjadi justru sebaliknya.

Rupanya protokol kesehatan tidak diindahkan para pelaku usaha pasar sore juga pengunjunya, yang berlokasi di Perumahan ANNILAND tepatnya di depan kantor Desa Cempaka, yang juga di depan posko PPKM Mikro Desa Cempaka.

Menurut keterangan salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya bahwa kegiatan pasar sore ini sudah berlangsung lama, pada saat aturan PSBB sampai aturan PPKM Mikro ini di terapkan, jelas ini akan membuka peluang klaster baru penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Cisoka terangnya.

“Kegiatan pasar sore ini sudah berlangsung lama, sejak penerapan PSBB 3M sampai di ganti dengan PPKM Mikro 5M, terlihat jelas aturan itu banyak terabaikan oleh pedagang juga pengunjung pasar. Ini akan membuka peluang klaster baru penyebaran Covid-19,” tuturnya

Diharapkan Satgas penangangan covid 19 Kecamatan Cisoka untuk menindak tegas terkait kegiatan pasar sore di depan Kantor Desa Cempaka, yang di mulai sekitar pukul 15:30 WIB tersebut.

Kasi Trantib Kecamatan Cisoka, Yudi melalui pesan WhatsApp mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, seluruh lapisan dan elemen masyarakat wajib menerapkan dan mentaati Prokes 5M dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, menjaga jarak min 1 meter, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Ini jelas pelangaran porkes, padahal aturan baru sudah bergulir dari PSBB ke PPKM Mikro, kita semua elemen masyarakat kalau mau terhindar dari wabah Covid-19, wajib ikut anjuran pemerintah dengan aturan baru PPKM Mikro 5M,” terang Yudi.

Kalau percepatan pencegahan dan penanganan Pandemi Covid-19 ini, perlu adanya optimalisasi dari Satgas tingkat Desa, RT dan RW untuk menerapkan PPKM Mikro yang lebih dekat dan lebih mudah menghimbau masyarakatnya dalam hal menerapkan Prokes Covid-19 PPKM Mikro.

“Ini perlu optimalisasi dari Satgas tingkat RT, RW dan Desa, dalam hal penerapan aturan PPKM Mikro karena mereka lebih dekat dengan masyarakat sekitar,” tegas Yudi (Nursanto DC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here