KCD Dindikbud Banten Wilayah Lebak Ogah Jelaskan Dasar Usulan Lokasi SMAN2 Muncang

0
392



LEBAK,BANTENDAY.co.id-Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayan Banten Wilayah Lebak, Sirojudin Al-Farisy mengaku dalam penentuan lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeru (SMAN) 2 Muncang, pihak sekolah dan KCD Dindikbud Banten Wilayah Lebak yang mengusulkan kepada tim studi kelayakan atau feasibility study (FS).

“Sekolah dan KCD sifatnya hanya mengusulkan sedangkan yang menetapkan dari tiem FS Provinsi,” ungkap Sirojudin, melalui pesan WhatApp, Kamis 11 Februari 2021.

Diakui Sirojudin yang diusulkan pihak sekolah dan pihak KCD untuk lokasi pembangunan SMAN 2 Rangkasbitung hanya dua titik yang berdekatan.

“(Rencana Lokasi SMNA2 Muncang) di Desa Pasirnangka dan Desa Tanjungwangi,” katanya.

Meskipun begitu, Sirojudin enggan menjawab dasar usulan lokasi pembanguanan SMAN2 Muncang di kedua titik tersebut.

Sebelumnya diberitakan adanya aspirasi warga Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak, Banten mengenai rencana lokasi pembangunan SMAN 2 Muncang, Ketua Yayasan Naga Harapan Banten (YNHB) Raksa Ambang Sagara memastikan segera melayangkan surat kepada Gubernur Banten H. Wahidin Halim. Hal itu dilakukan lantaran aspirasi positif untuk kemajuan pendidikan di Lebak itu, tidak direspon pihak terkait.

“Saya pastikan akan menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Pak Gubernur, sebab intansi terkait sepertinya cuek diberi masukan untuk kemajuan pendidikan di Lebak. Harusnya jangan diam ini menawarkan solusi agar pembangunan sekolah tidak mubazir,” ungkap Raksa A. Sagara kepada wartawan, Rabu 10 Februari 2021 di Rangkasbitung.

Raksa menyayangkan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Banten menutup mata atas aspirasi warga terutama kalangan tokoh pendidikan dan praktisi pendidikan di Kecamatan Muncang. Padahal aspirasi dalam penentuan lokasi sekolah tersebut, semata-mata agar pembangunan sekolah tidak mubajir. Tentu saja kata Raksa dengan mempertimbangkan lokasi strategis secara geografis serta menpertimbangkan sarana pendukung dari jenjang pendidian di tingkat SMP/MTs.


“Meskipun baru rencana yang di survey itu hanya satu titik di kawasan desa Pasirnangka, nah jika di kawasan itu menurut kami tidak strategis. Kenapa demikian karena data real siswa SMA Filial hanya sedikit,” jelasnya.

Raksa memaparkan, data jumlah siswa SMA Filial dalam kurun tiga tahun terakhir hanya sebanyak 62 siswa, hal itu lantaran jaraknya dekat dengan SMAN 1 Muncang. Namun jika lokasi sekolah yang akan dibangun di jalur Muncang-Sobang, maka sarana pendukung untuk calon siswa sangat memadai.

“Jika lokasi SMAN2 itu dibangun di jalur Muncang-Sobang, itu lebih strategis, kerana calon siswa dari SMPN3 Muncang saja banyak, sekarang saja siswanya ada 240 siswa. Belum lagi siswa daei sejumlah Tsanawiah yang ada di kawasan tersebut. Bahkan SMP 2,3, 4 Sobang lebih dekat jika lokasinya di Jalur Muncang Sobang,” katanya.

Sekedar diketahui rencana lokasi pembangunan SMAN 2 Muncang diminta dikaji ulang. Lokasi yang diusulkan di kawasan Desa Tanjungwangi dan Pasirnangka Kecamatan Muncang, dinilai tidak mewakili kebutuhan sarana pendidikan. Sehingga jika dipaksakan di dua lokasi itu, akan menyebabkan bangunan sekolah mubazir karena tidak ada siswa.

“Sejak jamannya Pak Lingga (camat Muncang red) sebetulnya kita sudah bicara banyak, sebetulnya untuk kondisi SMA (lokasi pembangunan) itu mau di Cepak Gentong ataupun Tanjungwangi itu tidak reperesntatif. Hal itu karena terlalu dekat dengan SMAN1 Muncang dan Aliyah disekitar Warunglame-Cipeuyah, dan daya dukungnya juga hanya dari SMPN1 Muncang,” ungkap Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Muncang, H. Agus Salim, Jumat 5 Februari 2021

Sebab itu kata H. Agus Salim, dengan mendengarakan para tokoh dan praktisi pendidikan di Kecamatan Muncang, sebaiknya lokasi SMAN2 Muncang di jalur Muncang- Sobang, baik itu Desa Cikarang ataupun Jakaraksa. Hal itu mengingat secara geografis di kawasan itu memiliki sarana penunjang jenjang pendidikan tingkat SMP ataupun MTs.

“Jadi kami lebih setuju di jalur Sobang, karena disitu banyak siswa karena ada SMPN3 Muncang, dan sejumlah Tsanawiah, sehingga pembangunan sekolah itu tidak mubazir. Ini demi kemaslahatan, demi pendidikan di Kecamatan Muncang bukan komersil,” jelasnya. (A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here