Dinilai Buat Kesepakatan Sepihak, Leaseng Adira Serang Akan di Polisikan Konsumen

0
390

SERANG, BANTENDAY.co.id – Syaidatul Hamdiah (25) warga Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak merasa aneh dengan pelayanan leasing Adira Finance yang berlokasi di Komplek Ruko Ahmad Yani di jalan raya Ahmad Yani No 157 Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang Provinsi Banten.

Dikatakan Syaidatul Hamdiah, saat itu pihaknya membeli motor NMEX dengan kredit Rp 1.395 ribu perbulannya. Ia mengambil masa pembayaran kredit selama 24 bulan dengan Down Payment (DP)  atau uang muka sebesar Rp 3 juta. Namun pihaknya mengalami keterlambatan pembayaran selama dua bulan.

“Pada tanggal 30 Desember 2020 motor saya di tarik paksa oleh orang tidak di kenal dan mengintimidasi,” katanya Sabtu (23/1/2021).

Untuk mengurus dan mengambil unit kendaraanya di kantor Adira Serang ia bersama kakak kandungnya datang pada Senin 4 Januari 2021 ke kantor Adira Serang untuk melunasi keterlambatan pembayaran kreditan tersebut, namun pihak Adira tidak bisa melihatkan dan membuktikan unit kendaraan tersebut.

Tetapi Syaidatul Hamidah selaku konsumen di perintahkan dan janjikan untuk kembali ke kantor Adira lagi pada hari rabu tanggal 6 Januari 2021.

Syaidatul Hidah kembali mengkonfirmasi pihak Adira, hari yang telah di sepakati tersebut, tetapi saat di konfirmasi pihak Adira membatalkan sepihak apa yang telah di sepakati.

Kesokan harinya pada hari Kamis Syaidatul Hamidah di hubungi melalui pesan WhatsApp di dalam isi pesan tersebut ia disuruh untuk membuat surat pernyataan KL.

“Apa yang di maksud surat itu saya tidak mengerti, akhirnya tidak membuat surat yang di makasud pihak Adira.” ucap Hamidah.

Sementara Kusnaedi Kaka kandung Syaidatul Hamidah mengatakan, pada tanggal 21 Januari 2021 langsung mendatangi kantor Adira Serang untuk melunasi pertanggungjawaban adiknya selaku konsumen.

“Saat saya ketemu dengan perwakilan pihak adira di suruh buat pernyataaan KL. Saya menulis surat tersebut dengan tulis tangan. Inti dalam surat tersebut menyanggupi pembayaran apa yang pernah di musyawarahkan pada hari pertama di kantor Adira. Saat saya tiba dirumah saya sangat terkejut bahwa unit motor adiknya sudah di lelang.” ungkapnya.

Ia merasa aneh dengan pihak leasing yang main aturan sepihak tidak ada konfirmasi ke konsumen bahwa unitnya di lelang.

Kusnaedi mengancam pihak Adira dengan main aturan sepihak melihat padahal lanjutnya, dalam undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang konsumen. pelaku usaha itu dilarang menjual barang dan jasa jika
tidak sesuai kesepakatan dari awal
dan membuat  aturan tanpa di ketahui oleh konsumen.

“Saya akan melaporkan kasus ini ke YLKI dan Aparat Penegak Hukum,” tegas Kusnaedi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here