Temukan Kios Pupuk Jual diatas HET, Ormas BB Perjuangan Ancam Surati Perusahaan PT Petrokimia Gressik

0
466

Daftar Harga Pupuk (Foto : Ilustrasi/net)

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak mendesak PT. Petrokimia Gressik untuk mencabut izin kios resmi pupuk bersubsidi yang dinilai menjual harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pertanian.

Pasalnya, dugaan carut marut distribusi pupuk di wilayah Lebak Selatan sangat dirasa memberatkan kaum petani dimulai langkanya pupuk bersubsidi hingga ditemukannya kios pupuk resmi yang menjual dengan harga diatas HET yang telah ditetapkan kementan.

Erot Rohman ketua DPC Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan dan penjaringan informasi di wilayah Lebak Selatan pihaknya telah menemukan kios resmi pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Panggarangan, dan Bayah yang menjual terhadap petani dengan harga melampaui yang telah ditetapkan oleh kementan.

“Padahal sebagaimana kita tahu bahwa harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sudah di atur oleh peraturan menteri pertanian nomor 49 tahun 2020,” kata Erot kepada Bantenday.co.id Jum’at (15/1/2021).

Dimana dalam Permentan 49 2020 tersebut di tetapkan untuk pupuk jenis urea seharga Rp.112.500 Per karung atau Rp. 2.250 Per kilogram, jenis pupuk ZA seharga Rp. 85.000 Per karung atau  Rp. 17.00 Per Kg, SP- 36 seharga Rp. 120.000 Per karung atau Rp.2.400 Per Kg, NPK PHONSKA seharga Rp. 115.000 Per Karung atau Rp. 2.300 Per Kg, Petroganik seharga Rp. 32.000 Per karung atau Rp. 800 Per Kg.

Tapi faktanya kata dia, di wilayah Lebak Selatan khususnya di Kecamatan Bayah dan Panggarangan kita menemukan penjualan kios Resmi dari pupuk jenis Urea seharga Rp. 125.000 Per Karung, untuk jenis SP – 36 seharga Rp. 130.000, bahkan diduga kuat untuk jenis pupuk yang lainnya pun dijual di atas harga HET.

“Artinya dari dua jenis pupuk yang sudah kita kantongi datanya ada sekitar Rp.10.000 mark up harga Per karungnya dan ini tidak boleh dibiarkan.” tegas Erot.

Pihaknya juga akan mengancam DPC Ormas BBP Kabupaten Lebak dalam waktu dekat akan menyurati PT. Petrokimia Gresik guna mendesak agar perusahaan tersebut segera mencabut kios resmi yang tidak patuh terhadap aturan.

Ia menegaskan bahwa Kios resmi tidak boleh bermain main dengan harga dalam penjualan barang bersubsidi hanya untuk mendapatkan keuntungan besar ini adalah penindasan untuk kaum tani, selanjutnya barang bersubsidi tidak bisa dikenakan hukum pasar kalau barang langka permintaan banyak harga pasti mahal, karena barang bersubsidi harganya sudah di atur oleh pemerintah.

“Hal ini kita lakukan sebagai bukti komitmen dan pengabdian kita DPC Ormas BBP kabupaten Lebak untuk selalu berada pada titik terdekat dengan setiap keluh kesah masyarakat di Kabupaten Lebak, petani harus kita bela karena dia tulang punggung negara kita.” pungkasnya (Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here