Aktivis Sebut, Rehab Gedung SDN di Malingping Lebak Diduga Bermasalah

0
726

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Kordinator Wilayah (Korwil) Ormas Badak Banten
meminta kepada Satuan kerjas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rajyat (PUPR) untuk segera memanggil perusahaan pelaksana pembangunan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah tahun anggaran 2020 di kabupaten Lebak khususnya di Kecamatan Malingping.

Hal tersebut Dikatakan Erot Rohman Korwil Lebak selatan Ormas Badak Banten, menurutnya, hasil investigasi di lapangan. Kegiatan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah tahun anggaran 2020 di kabupaten Lebak khususnya di Kecamatan Malingping di duga dinilai bermasalah.

“Sejauh ini hasil penulusuran dan investigasi ormas badak banten menemukan sejumlah kejanggalan,” kata Erot Kepada wartawan Rabu (25/11/2020).

Kejanggalan tersebut kata Erot, Pertama, di papan informasi yang seyogyanya memuat tentang keterbukaan informasi publik mengenai berapa Rencana Anggaran Biaya (Rab) dari kegiatan tersebut itu tidak disebutkan sehingga terkesan ada yang ditutupi.

“Bahkan papan informasinya dibuat umum yang hanya menuliskan seluruh sekolah yang mendapat bantuan program tersebut yang tersebar di Lebak Pandeglang,” terangnya.

Kedua lanjut Erot, pengerjaan ini dinilai lamban dimana dipapan informasi dinyatakan 150 hari kerja sementara sampai dipenghujung bulan November sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Malingping masih dalam tahap pekerjaan misalnya, di SDN 2 Cilangkahan masih menyisakan sisa pekerjaan seperti pembuatan ruang UKS, kamar mandi, rolling door sebagai sekat antar kelas dan juga lapangan upacara.

“Ditambah lagi kami menemukan di SDN 2 Cilangkahan cat tembok yang sudah mengelupas dan parahnya lagi hasil investigasi kami menemukan bahwa pemborong masih menyisakan hutang kepada para pekerja,” lanjutnya.

Selain itu kata dia, pihaknya berhasil mewawancarai salah satu pekerja mereka mengakui bahwa pemborong masih memiliki tunggakan dikisaran tujuh jutaan kepada tujuh pekerja disini, mereka juga menyebutkan bahwa pemborong tersebut yang berinisial “A” Tidak pernah muncul lagi berdasarkan hasil penulusuran ormas badak banten bahwa “A” Adalah anak buah dari “R” Yang diduga merupakan pemilik perusahaan tersebut.

“Investigasi Ormas badak banten berlanjut ke SDN 2 malingping selatan dan SDN 1 Bolang hasilnya sama kedua sekolah tersebut pun masih dalam tahap pengerjaan. Saya merasa kasian sama tukang, mereka kerja karena butuh masa di hutang.” tegasnya.

Diketahui, kegiatan ini dibawah pengawasan satker PUPR Provinsi Banten yang menunjuk PT tujuh jaya konsultan sebagai konsultan supervisi, serta PT hagitasinar lestari megah dan PT Rafa Karya Indonesia sebagai pelaksana kegiatan. (Red)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here