Distanbun Lebak Sigap Gelar RapatĀ  Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

0
337

Jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan saat Gelar Rapat di Aula Dinas (Foto : Istimewa)

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Saat ini tengah hangat di banyak daerah tentang kelangkaan pupuk bersubsidi termasuk di Kabupaten Lebak. Sebagai upaya mencari solusi atas permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar menggelar Rapat Dinas dengan sejumlah pihak pada di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak. Selasa (17/11/2020).

Hadir pada rapat tersebut Koordinator Wilayah (PPL) se Kabupaten Lebak, para perwakilan Produsen Pupuk, PT. Pupuk Kujang Cikampek dan PT. Petro Kimia gresik serta para Distributot CV. Maha tani, PT. Puskud Banten, CV. Eka Pratama Putra, CV. Sinar malingping Putra, CV. Mulya Jaya Abadi dan CV. Endang Sunarya Abadi.

Jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan saat Gelar Rapat di Aula Dinas (Foto : Istimewa)

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar menyampaikan, besaran alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 untuk urea dari usulan kebutuhan 17,721 ton hanya teralokasi 13,959 ton, SP 36 dari usulan kebutuhan 11,232 ton hanya teralokasi 3,580 ton, NPK Phonska Dari usulan 29,028 ton hanya teralokasi 9,345 ton, ZA dari usulan kebutuhan 1,992 ton hanya teralokasi 82 ton dan pupuk organic dari usulan kebutuhan 43,906 ton alokasi hanya 1,379.66 ton.

“Alokasi pupuk bersubsidi ini jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.” kata Kadis.

Ia juga menambahkan, selain jumlah alokasi yang terbatas, ada beberapa penyebab terjadinya kelangkaan pupuk khususnya di Kabupaten Lebak, yaitu dosis pemupukan yang di aplikasikan oleh petani lebih tinggi dibandingkan dengan kuota atau alokasi yang diberikan Pemerintah.
Kondisi cuaca relatif stabil kemarau basah.

“Sehingga Memungkinkan petani untuk tanam tiga kali, petani belum seluruhnya mendapatkan KTI, Mesin EDC yang tersedia di KPL banyak yang tidak berfungsi, beberapa daerah yang berada di Kabupaten Lebak Masih banyak yang tidak terjangkau Oleh Signal (Blank Spot) Mesin EDC, Belum singkronnya penunjukan Kios Pengecer Lengkap (KPL) oleh Produsen.” ungkap Rahmat.

Selain itu, kata Rahmat, Adapun beberapa upaya yang diambil untuk mengatasi kelangkaan pupuk adalah Memberikan data pupuk sesuai dengan rekomendasi realokasi antara Kecamatan membuat surat ke Kementeria Pertanian Cq. Dirjen PSP melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, Menggunakan e-RDKK manual dilengkapi surat keterangan kelebihan salur.

“Mendorong penyempurnaan input data anggota kelompok petani  yang belum terinput di sistem e-RDKK 2021,” pungkasnya. (Red/Adv)








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here