Pembangunan Jalan Poros Desa Sukatani Cisoka Dinilai Tidak Transparan

0
408



TANGERANG,BANTENDAY.co.id- Jalan poros Desa Sukatani Kecamatan Cisoka Kabupaten Tanggerang, dinilai tidak transparan. Semntara jalan tersebut kini sudah amblas dan rusak di sejumlah titik. Padahal jalan tersebut saat ini sedang dalam proses pengerjaan, namun diduga tidak sesuai spek.

Proyek pembangunan jalan poros desa berupa pavingblok di Kampung Bunar RT 02/02 Desa Sukatani Kecamatan Cisoka Kabupaten Tanggerang, seakan asal asalan. Betapa tidak, di sejumlah titik jalan sudah rusak, termasuk matrial pavingblok banyak yang pecah.

“Belum selesai pengerjaanya banyak titik-titik jalan yang amblas akibat tidak adanya pengerasan terlebih dulu dan banyak paving yang sudah pecah, ini diduga karena tidak sesuai pengerjaannya,” ungkap Ketua Lembaga Investigasi Badan Pengawas Aset Negara Republik Indonesia (LI BAPAN RI) PAC Kabupaten Tanggerang Atam, kepada wartawan, Sabtu(14/11/2020).

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembangunan pengerjaan jalan pavingblock tersebut banyak melanggar aturan. Padahal kata dia, sudah jelas semua ada ketentuannya dan mekanismenya dari awal sampai selesai pengerjaan.

“Saya sudah beberapa kali menegur dan mengingatkan kepada pihak pelaksana proyek, juga menyampaikan kepada pihak pekerja untuk disampaikan kepada pelaksana lapangan atau pemborong supaya memasang Papan Impormasi atau papan RAB,” tutur Atam.

Atam mengaku tidak mengetahui jumlah anggaran yang digunakan dalam proyek papingblock tersebut, begitu juga dengan pelaksana kegiatan pembangunan jalan poros desa.

“Pemasangan pabingblock yang masih goyang dan belum rapat, bahkan ada saluran air dangorong-gorong pemasangannya asal-asalan. Sehingga apabila di lewati mobil truk bermuatan sudah pasti ambruk,” papar Atam.

Waktu pengerjan pembangunan papingblock itu sudah lebih dari sepekan. Dengan panjang sekitar 200 meter dan lebar 2 meter.

“Ini saya sebut proyek siluman yang tidak ada pemiliknya, kami berharap pemerintah atau instansi terkait agar segera merespon atau mengecek ke lokasi, supaya pelaksana proyek tidak semena-mena dalam pengerjaan jalan tersebut,” tegasnya.(Nursanto DC/Hajri N)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here