Warga Pertanyakan Status Lahan Pembangunan Balaraja Square

0
243

TANGERANG,BANTENDAY.co.id- Pembangunan Balaraja Square, di pasar Sentiong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang diduga menggunakan tanah bengkok milik Desa Tobat. Sebab itu warga mempertanyakan status tanah tersebut dengan aksi memasang plang tanah bengkok di lokasi pembangunan Balaraja Square, Jum’at (13/11/2020).

Salah satu tokoh masyarakat Desa Tobat, H.Ahmad Junawi menuturkan, aksi pemasangan plang yang bertuliskan Tanah Bengkok atau aset Desa Tobat itu, merupakan aksi protes warga Desa Tobat. Bahwa lahan seluas 6,18 hektare yang akan menjadi bangunan Balaraja Square itu merupakan lahan milik desa dengan status tanah bengkok.

“Sejak saya masih kecil sampai sekarang umur 75 tahun, yang saya tahu asal muasal lahan ini adalah tanah bengkok aset Desa Tobat. Sebab itu kami ingin mempertanyakan setatus lahan ini,” ungkap H.Junawi saat memasang plang di lokasi pembangunan Balaraja Square.

Diakui H.Jumawi, hingga saat ini belum ada penjelasan dan kepastian dari pihak terkait soal status lahan tersebut.

“Pada dasarnya kami sebagai warga Desa Tobat ingin mempertanyakan kejelasan identitas lahan ini, apakah ini tanah bengkok atau aset Pemkab Tangerang,” ujarnya.

Usai warga melakukan pemasangan plang, perwakilan warga di ajak berunding pihak perwakilan Perusahaan Umum Daerah(Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang untuk membahas permasalahan itu.

Dirut Perumda Pasar Niaga, Syaifunnur Maszah mengatakan, pihaknya akan secepatnya melakukan musyawarah dengan warga dan pihak-pihak yang terkait untuk membahas soal status tanah tersebut.

Namun diakuinya, sebelum Perumda Pasar Niaga melakukan pembangunan, pihaknya telah menerima serah terima aset milik Pemda pada tahun 1990 lalu.

“Aset yang terletak di Kecamatan Balaraja ini, menurut data sudah ada serah terima dari Pemkab ke PD Pasar, jadi bagi kami itu payung hukumnya penyerahan aset dan itu semua datanya ada,” tutur Syaifunnur.

Namun demikian, dia tetap mengapresiasi warga yang telah mempertanyakan kejelasan status lahan tanpa mengganggu para pekerja yang sedang berlangsung.

“Saya apresiasi sekali kepada warga, dalam melakukan aksi pasang plang mereka tidak mengganggu para pekerja yang sedang berlangsung, warga hanya mempertanyakan kejelasan status lahan saja, selanjutnya permasalahan ini akan kami musyawarahkan bersama tokoh-tokoh masyarakat dan pihak- pihak yang terkait di dalamnya,” pungkasnya. ( Nursanto DC/Hajri N/A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here