Mengenal Ade Hidayat, Sosok yang Viral Adu Mulut dengan Petugas

0
361

Ade Hidayat Ketua DPC Gerindra Lebak (Foto: Istimewa)

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Ade Hidayat lahir pada 20 Agustus 1978, di sebuah kampung bernama Cipurun, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan ayah yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) dan ibu seorang ustazah penggerak  majelis taklim.

Ade Hidayat Ahi sapaan akrabnya memiliki riwayat yang penuh kesan. Kemandirian menjadi motto hidupnya. Sejak mengenyam bangku SD dia sudah belajar berniaga. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah selalu menyempatkan diri berjualan gorengan. Aktivitas ini ia lakukan dengan berkeliling kampung selepas mengaji subuh. Ilmu kemandirian itu dia dapatkan dari sang ibu yang memang senang berdagang.

Aktivitas berjualan tak menghalangi semangat Ahi untuk menuntut ilmu. Selama di SD selalu meraih prestasi di bidang akademik. Pria ini selalu meraih peringkat pertama sejak kelas I hingga VI.

Prestasi serupa berlanjut ketika Ahi melanjutkan pendidikannya ke sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pandeglang. Dia kerap menjadi yang terbaik di bidang akademik. Selama di jenjang pendidikan setara menengah pertama ini, Ahi juga aktif mengenyam pendidikan agama di pondok pesantren.

Saat bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Serang, Ahi mulai aktif berorganisasi. Mengikuti sejumlah kegiatan seperti pramuka dan majelis perwakilan kelas (MPK). Ahi juga tercatat menjuarai lomba raimuna atau pertemuan pramuka penegak dan pendega dalam bentuk perkemahan besar tingkat Jawa Barat.

Masuk ke kampus Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Komputer (STMIK) Serang jurusan komputer dari 1998 sampai 2002. Ilmu kemandirian yang diperoleh dari sang ibu kembali diterapkanya. Sejak semester awal kuliah, Ahi juga mengajar di beberapa sekolah.

Hal itu dilakukannnya untuk meringankan beban biaya kuliah. Ahi tak ingin menjadi beban orang tuanya yang saat ini kondisi ekonominya sedang tidak bagus. 

Setelah lulus kuliah mulai menapaki karier menjadi dosen di sebuah kampus swasta di Pandeglang selama tiga tahun. Di saat yang bersamaan dia juga membuka usaha jual beli komputer. Usahanya sangat menjanjikan hingga bisa membeli mobil pertamanya dalam hidup.

2008 menjadi titik balik di hidupnya. Di tahun ini lah Ahi mulai berkecimpung di dunia politik dengan ikut mendirikan partai Gerindra di Banten. Masa awal penuh perjuangan dan pengorbanan, tak sedikit waktu harta juga disumbangkan untuk Partai Gerindra agar partai berlambang kepala garuda di Banten ini bisa lolos syarat sebagai peserta pemilu 2009 secara nasional.

2009, Ahi mencoba maju pada pemilihan Anggota Legislatif (pileg) untuk DPRD Kabupaten Lebak. Akan tetapi, awal kariernya di politik tak berjalan mulus, dia tidak terpilih.  Karena sibuk mengurusi pencalonannya juga sempat sempat membuat kondisi ekonominya goyah. Usaha yang dirintisnya sejak awal tak terurus hingga akhinya gulung tikar. Aset-aset yang dimilikinya seperti mobil dijual untuk menutupi kerugian.

Aktivitas Ahi yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Lebak harus rela turun “tahta”. Kegiatannya dipartaiannya, pulang-pergi ke sekretariat DPC hanya dengan menggunakan sepeda motor.

Di tahun 2009  Ahi masuk  menjadi tenaga ahli Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Banten. Dengan jabatan itu, kursi ketua DPC diserahkan kepada rekannya. Saat menjadi tenaga ahli fraksi dia sering turun ke masyarakat. Sambil memetakan kekuatan  politik, Ahi juga aktif memberikan bantuan.

Hingga pada 2014, Ahi kembali mencoba peruntunggannya di pileg. Kali ini ia mencalonkan diri untuk DPRD Provinsi Banten. Kali ini dia terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Lebak. 

Meski pernah menelan pil pahit di awal karier politiknya dia mengaku tak pernah kapok. Tekadnya terjun ke dunia politik sudah bulat. Putra daerah Kabupaten Lebak ini ingin memberikan kontribusi menjadikan Lebak sebagai daerah yang maju.

Ahi begitu bangga dengan tanah kelahirannya. Baginya, Lebak memiliki banyak potensi untuk menjadi daerah maju. Kecintaan terhadap daerah kelahiran diwujudkan dengan mengawal berbagai program pembangunan dari Pemprov Banten untuk Kabupaten Lebak.

Awal menjadi Anggota DPRD Banten, Ade Hidayat duduk di Komisi II DPRD Banten yang mengawasi urusan pertanian. Ade gigih mendorong pembangunan pertanian, perkebunan, kehutanan untuk kepentingan masyarakat. Bergeser ke Komisi IV yang fokus pengawasannya bidang infrastruktur,  Ade banyak mendorong pembangunan jalan lingkungan. Tidak sedikit jalan lingkungan yang diaspirasikan masyarakat di Kabupaten Lebak berhasil diperjuangkannya lalu dibangun Pemprov Banten.

Pada periode kedua menjadi Anggota DPRD Banten, Ade Hidayat menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten. Fokus pengawasaanya mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Karena, bagi Ade PAD merupakan modal utama pemerintah melaksanakan pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here