Waduh! Warga Ramai-ramai Datangi Pendopo Bupati Serang, Ada Apa?

0
173

Warga mengatasnamakan Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (Gebrak) saat datangi Pendopo Kabupaten Serang (Foto: UC/Bantenday)

SERANG, BANTENDAY.co.id  – Puluhan warga Kabupaten Serang dan Kota Cilegon mengatasnamakan Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (Gebrak) ramai-ramai mendatangi Pendopo Bupati Serang, Jum’at (16/10 /2020).

Kedatangan warga tersebut beraudiensi bersama Pjs Bupati Serang Ade Ariyanto, Gebrak mendesak Pemkab Serang melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) untuk menutup dan menggusur tempat hiburan malam (TMH) di sepanjang jalan lingkar selatan (JLS).

Koordinator Gebrak Banten, Hafidi mengatakan, kesimpulan dari hasil audensi dengan Pemkab Serang meminta waktu untuk melakukan eksekusi THM yang faktanya tidak mengantongi izin. Sehingga pihaknya hanya menunggu respon dari Pemkab Serang.

“Ini (THM red) akan ditutup, kami hanya menunggu bukti dan kami hanya menunggu JLS bersih dari kemaksiatan. Hanya itu saja,” tegas Hafidi kepada wartawan usai audensi.

Ia menyebutkan, dengan banyaknya THM di sepanjang JSL sudah sepuluh tahun lebih beroperasi yang sangat meresahkan masyarakat.

“Banyak sekali tempat kemaksiatan di JLS. Jadi mereka itu kucing-kucingan, tapi tadi sudah diputuskan akan segera dicabut bukan hanya dicabut, bahkan di gusur kami mau seperti itu,” katanya.

Pjs Bupati Serang, Ade Ariyanto mengamini desakan Gebrak. Namun, pihaknya meminta waktu agar dilakukan koordinasi dengan unsur Forkopimda atau Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Karena keberadaan THM buka tutup harus benar-benar di kaji.

“Makanya kesimpulan akhir, minggu depan kita rumuskan dengan forkopimda sehingga gerakan kita konfrehensif betul-betul klir tidak muncul lagi. Kami harus punya strategi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang, Syamsuddin memastikan, jika THL sepanjang JLS tidak mengantongi izin. Bahkan, untuk izin mendirikan bangunanya pun tidak tercatat di DPMPTSP.

“Jadi apa yang dicabut? Karena itu tidak ada izinnya di kami (Pemda),” ungkapnya.

Diketahui, di sepanjang JLS ada sebanyak 70 bangunan THM yang masuk wilayah Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang dan Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Gebrak sendiri merupakan gabungan masyarakat dari 78 DKM di empat kecamatan yaitu Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Waringinkurung, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Cilegon. (UC/Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here