Lagi, Aktivis Tanyakan Keseriusan Penanganan Program Afirmasi dan Kinerja Dindikbud Banten Wilayah Lebak yang Ditangani Tipikor Polres Lebak

0
264

(Ilustrasi Foto : net)

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Terkait penaganan program Afirmasi dan Kinerja tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten wilayah Lebak yang tengah ditangani oleh Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lebak kembali mendapat desakan dari Ormas Badak Banten. Jum’at (16/10/2020).

Dikatakan Azis Hakim, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ormas Badak Banten pihaknya mendesak dan mendorong penanganan dugaan carut marutnya pada program Afirmasi dan kinerja yang ditangani Tipikor Polres Lebak untuk secepatnya serius menyikapi pesoalan ini.

“Kami mempertanyakan sudah sejauh mana keseriusan Tipikor dalam penanganan dugaan kasus ini,” kata Azis nada bertanya

Ia berharap pihak Polres Lebak dalam hal ini penyidik Tipikor yang sedang mendalami persoalan ini harus cepat memberikan kesimpulan,jangan hanya pendalaman saja, lantaran pihak inspektorat Banten juga sudah memberikan stetmen bahwa di duga adanya kerugian negara dalam persoalan ini.

Ia juga mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat kepada gubernur dan Dindikbud Banten yang berisi beberapa tuntutan,dan menjelaskan proses perjalanan pengklikan pemesanan, sampai kepada pengiriman barang dan pembayaran, yang tidak sesuai dengan aturan.

“Hasil investigasi yang sudah kami lakukan ada dugaan ketidak beresan dalam program ini,” tukas Azis.

Sementara itu, Ipda Putu Ari Sanjaya Kanit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lebak kembali menegaskan bahwa pihaknya masih dalam menangani proses lanjutan dalam dugaan persoalan tersebut.

“Proses penanganan masih berlanjut dan kita sudah memberikan undangan untuk klarifikasi terhadap pengusaha penyedia barang,” kata Ipda Putu Ari Sanjaya saat di wawancara di ruang kerjanya.

Disinggung ada berapa saja yang sudah memenuhi undangan klarifikasi dari perusahaan penyedia barang. Ia menjelaskan bahwa baru yang datang memenuhi undangan klarifikasi tersebut baru tiga perusahaan penyedia barang.

“Baru ada tiga perusahaan yang sudah memenuhi undangan klarifikasi,” ujarnya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga melayangkan surat kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten terkait permintaan untuk eksposnya.

“Kita juga lagi melayangkan surat ke BPKP Banten meminta untuk di ekspos,” pungkasnya. (Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here