Soal Keluarnya OKP Cipayung Plus dari KNPI Lebak, Rizal Sebut Pilihan Isunya tidak Cerdas

0
326

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Terkait Organisasi┬á Kepemudaan (OKP)┬á dan Kemahasiswaan┬á yang tergabung ke dalam Cipayung Plus menyatkan keluar dari DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak di tanggapi serius oleh Syamsu Rizal.

Menurutnya, pihaknya sudah tidak bisa mengatasnamakan ketua KNPI Lebak lagi lantaran kepengurusannya sudah habis sejak April 2020 yang lalu.

“Saya sudah tidak bisa mengatasnamakan Ketua KNPI Lebak lagi karena masa kepengurusan sudah habis sejak April 2020 yang lalu.” kata Rizal saat di hubungi Bantenday melalui aplikasi WhatsApp Selasa, (15/9/2020).

Kata Rizal, kalapun dirinya diminta komentarnya terkait aksi kelmpok Cipayung Plus dimaksud, maka tentu ia memberi apresiasi terhadap sikap dan kreativitas tersebut. Paling tidak hal tersebut menunjukan bahwa keberadaan mereka ada.

“Hanya pilihan isunya tidak seksi dan tidak cerdas. Banyak isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan kebijakan sosial politik, ekonomi, serta hukum yang saat ini mendera kepentingan rakyat banyak khususnya pemuda dan mahasiswa.” ujarnya.

Selain itu kata dia, KNPI itu ga ada apa apanya dibanding eksistensi mereka. Secara historis sejak didirikan bulan juli 1973 KNPI memang tidak independen. KNPI dibentuk untuk melegitimasi kepentingan pemerintah orde baru.

“Karennya yang membidanginya lahirnya KNPI adalah selain kelompok Cipayung juga ada TNI,  ada Golkar dll. Jadi kalau hari ini generasi atau kelompok cipayung yang ada di Lebak menyatakan keluar dari KNPI maka itu menjadi sikap dan haknya mereka.” tukasnya.

Disinggung soal deklarasi mundurnya OKP Cipayung Plus Lebak dari KNPI, ia mengatakan bahwa Fine fine saja. Tidak ada yang bisa melarang apalagi keberatan dengan sikap tersebut Energi mereka cukup besar untuk memberi warna dan pengaruh tehadap kebijakan yang akan diambil pemerintah, dimana pemerintah daerah juga butuh mereka dalam mengawasi, mengawal kebijakan dan mensukseskan pembangunan di daerah.

“Mereka punya moral obligation untuk mengambil peran lebih banyak dalam proses pembangunan pemuda mahasiswa. Maka tunjukan program, gagasan dan karya nyatanya untuk kepentingan masyarakat banyak.” pungkasnya (Red/Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here