OKP Cipayung Plus Deklarasi Keluar dari DPD KNPI Lebak

0
182

Sejumlah OKP Cipayung Plus saat Deklarasi keluar dari KNPI Lebak di Depan Pemkab Lebak Senin, 14/9/2020 (Foto : Bantenday.co.id)

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Sejumlah Organisasi  Kepemudaan (OKP) dan  kemahasiswaan  yang tergabung dalam Cipayung Plus Lebak menyatakan deklarasi  keluar dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dewan Pengurus Daerah  (DPD) Kabupaten Lebak di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten  (Pemkab) Lebak, Senin (14/9/2020).

Dalam deklarasi Cipayung Plus diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO),  Gerakan  Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),  Ikatan Mahasiswa  Muhamadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),  dan  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

“Atas berbagai pertimbangan kami dengan ini menyatakan sikap untuk keluar dari struktur  KNPI,” kata Endang,  perwakilan Cipayung Plus Lebak saat membacakan deklarasi.

Endang mengatakan,  sikap tegas tersebut diserukan oleh Cipayung Plus Lebak dengan melihat kondisi KNPI Lebak yang dinilai tidak memiliki  kontribusi dalam memenuhi segala kepentingan, kebutuhan,  dan menyediakan ruang bagi gerakan organisasi  Kemahasiswaan dan OKP di Lebak. Padahal,  organisasi Kemahasiswaan  dan OKP sendiri merupakan ruh dari KNPI itu sendiri.

“Ini tercermin dari berbagai  kegiatan keorganisasian yang digelar KNPI Lebak,  namun nyatanya kegiatan tersebut maupun agenda-agenda KNPI lainnya tidak mengundang  bahkan melibatkan Cipayung  Plus Lebak,” kata Endang yang juga merupakan  Ketua GMNI Lebak ini. 

Selain mendeklarasikan  diri keluar dari struktur  KNPI Lebak, Cipayung Plus juga mendesak Pemkab Lebak untuk lebih responsif dalam melakukan pelayanan kepemudaan sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Lanjut Endang, dalam pembaharuaan dan pembangunan bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya melalui penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Serta, pemuda juga sangat berperan aktif dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia sebagai ujung tombak dalam menghantarkan bangsa dan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Sehingga,  perlu adanya dukungan dari Pemerintah dalam pengembangan organisasi  Kemahasiswaan  dan OKP di daerah.

“Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional, diperlukan pemuda yang berahlak mulia, sehat, tangguh, cerdas, mandiri dan professional. Sehingga untuk membangun pemuda, diperlukan pelayanan kepemudaan dalam dimensi pembangunan disegala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 baik oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah, ” tandasnya.

“Dengan ini kami  Cipayung Plus dan Pemuda Kabupaten Lebak secara insyaf dan sadar untuk mengeluarkan sikap tersebut. Semoga, pernyataan sikap ini bisa menjadi bukti dan bisa dipergunakan sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya,” tutup Endang.

Ditambahkannya, DPD KNPI Lebak sendiri tengah mengalami mati suri, dengan masa kepengurusan DPD KNPI Lebak yang saat ini dipimpin oleh Syamsu Rizal telah habis masa kepengurusannya sejak bulan April 2020.

“Namun, hingga bulan September  2020, DPD KNPI Lebak belum melakukan  Musda, dan memperbarui masa kepengurusannya yang sudah kadaluarsa tersebut.” pungkasnya. (Red/Lukman)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here