Mubes Kumala Ke-XXIV, Deg-degan

10
456

Oleh : Fauzan Dardiri
Founder AmisJambuSyndrome

Tak terasa, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), Sabtu (4/7) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Ke-XXIV. Cepat berlalu, satu periodesasi kepengurusan rentang waktu dua tahun. Tak seperti menjalani amanah dari hari ke hati. Mubes, forum tertinggi organisasi yang lahir 5 Februari 1965. 

Saya tak banyak tahu soal dinamika Mubes di organisasi peninggalan Alm. Uwes Qorny ini. Hanya beberapa hal saja. Tapi, jleb, hingga kini menempel diingatan. Tentu, bermanfaat menjadi bekal. Mubes, bagi saya, pertemuan fikiran dan keinginan para kader dan alumni berkecamuk. Tujuannya, untuk kebesaran dan kemajuan Kumala.

Politik praktis ala Kumala, tersaji? Biasa saja. Sengit, seru, _deg-degan_, pastinya. Bingkainya, tetap kekeluargaan. Stigma kekuatan poros Lebak Utara dan Selatan, sampai dengan ego antar perwakilan, serta fatsun para senior selalu mewarnai obrolan lapak kopi dadakan. Penentunya siapa, ya meraka para pemilik suara di arena Mubes.

Tidak percaya? Coba saja cek. Keliling ke warung-warung di sekitaran arena Mubes. Senior, junior. Peserta dan penggembira, bak pesta pora. Berbincang nostalgia serta saling memformulasikan, siapa yang akan menahkodai salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Banten ini.

Saya tak sedang menebak, siapa yang akan memimpin Kumala satu periode ke ke depan. Begitu pun, siapa saja nanti para senior yang akan mengemban amanat Badan Penasehat Kumala (BPK). Bagi, saya siapa pun tak masalah. Yang pasti mereka tahu, konsekuensinya mengabdikan diri bagi Kumala. 

Di luar itu, seyogyanya Mubes menjadi refleksi organisasi. Satu periode lalu bahkan beberapa periode sebelumnya wajib menjadi catatan semua kader Kumala. Program baik, tentu harus dipertahankan dan dilanjutkan. Kemudian, yang buruk segeralah ditinggalkan. Saya tak banyak tahu, soal jenis-jenis program kerja. Hanya beberapa saja wajib yaitu melakukan kaderisasi LK 1 dan LK 2, serta latihan instruktur. 

Saya berharap pada forum Mubes dan para alumni atau senior yang hadir. Mubes ke-XXIV mampu memformulasikan kaderisasi Kumala, mulai dari LK1, LK2. Misalkan, penyelenggaraan LK 2 bisa dilakukan di tiap Perwakilan dengan tanggungjawab pengurus Koordinator. Begitu pun LK 1 bisa dilaksanakan di tiap Komisariat dengan penanggungjawab pengurus Perwakilan.

Kemudian, peran strategis Kumala di luar mampu bergeliat, tidak hanya mengkritisi pemerintah daerah. Tapi, mengadvokasi masyarakat. Mempromosikan potensi wilayah, tentu dengan berbagai kreasi. Seperti apa kata Bung Karno; Penyambung Lidah Rakyat. “Aku ini bukan apa-apa tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat”

Di Luar semua itu. Saya mohon maaf tak bisa hadir di tengah forum yang dinanti inih. Sekeras apapun gesekan dalam kontestasi. Saya meyakini, semua ada keluarga yang cinta pada Kumala dan tetap menjaga silaturrahmi _Wallahualam_

10 KOMENTAR

  1. Slot Games QQHarian Terbaik & Terlengkap Se Indonesia, Ingin menghasilkan uang asli hanya dengan bermain? Daftar sekarang di QQHARIAN ( bisa cari atau search di google ) Atau Bisa CLICK DISINI guys.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here