Data Penerima Program Sembako di Lebak Disinyalir Fiktif

0
3430

M. Roji Santani

LEBAK, BANTENDAY.co.id-Program sembako sebagai pengembangan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Lebak, dinilai masih carut marut. Mulai data penerima program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak akurat, hingga persoalan distribusi dan kuantitas sembako yang diterima KPM disoal.



“Data penerima sembako kurang akurat, yang terdaftar bukan kepala keluarga, yang meninggal masih tetap terdaftar sebagai penerima sembako,” ungkap Ketua DPW Barisan Kader Gusdur Provinsi Banten, M Roji Santani, kepada wartawan, Rabu 1 April 2020.



Selain itu kata Oji, penyaluran sembako harus sesuai aturan, bukan warung yang disediakan. Begitu juga dengan ukuran berat sembako lanjut dia diduga timbangan sembako berkurang dari ketentuan.



“Penerima mampaat ini idealnya mereka yang bukan atas dasar kepentingan yang lain. Dan ini membuat cemburu di kalangan masyarakat, bantuan pangan non tunai ini sangat rentan dimanupulasi baik dari segi timbangan maupun data fiktif. Bagi penyalur seharusnya mereka memiliki surat ijin usaha sembako yang memiliki ijin oleh mereka yaitu jadi boneka lurah,” paparnya.



Sebab itu kata Oji, penyaluran sembako di Lebak dinilai bertentangan dengan peraturan bantuan sosial secara non tuni sebagai mana tercantum pada pasal 10 disebutkan bahwa pemilik mikro kecil dan koprasi yang ingin berpartisipasi dalam penyaluran bantuan sosial, dapat mendaftarkan diri ke bank penyalur e warung.



“Terkait dengan masih adanya dugaann data fiktif dan yang meninggal masih terdafar, kami berharap kepada kades/lurah untuk mengembalikan kepada kas negara,” pintanya.


Untuk menyelesaikan persoalan penyaluran sembako di Lebak itu, kata Oji sebaiknya Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya turun langsung agar carut marut sembako segera bisa dituntaskan.(Awaludin/A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here