Ancam Keselamatan Warga, Aktivis Sebut Pemasangan Kabel di Jalan Bayah Asal Jadi

0
210

LEBAK, BANTENDAY.co.id – Jaringan kabel yang melintang di sepanjang jalan nasional ruas Malingping sampai Bayah terlihat dipasang asal-asalan dan tidak memperhatikan keselamatan apalagi estetika, kabel-kabel tersebut dipasang secara tidak teratur acak-acakan dan semerawut.

Diduga kabel tersebut milik PLN dialirkan ke tempat bahan baku semen Cemindo.

“Soalnya hanya nyampe ke tempat bahan baku semen di pamubulan. untuk ke wilayah Kecamatan cilograng tidak ada kabel-kabel itu. Kabel tersebut sepertinya dipasang tidak secara profesional dan asal jadi.” kata Diva Gustiar ketua Departemen Aksi Front Aksi Mahasiswa Rakyat Banten (Fakrab) kepada wartawan Rabu (24/03/2020).

Selain itu kata Diva tampak semerawut kabel-kabel tersebut juga mengganggu kenyamanan masyarakat dan mengancam keselamatan.

“Jaringan kabel ini melintang jigjag di atas jalan nasional, dibeberapa titik, sampai turun kebawah hampir menyentuh genting warga.” ujarnya.

Dede Yusuf Sekjen Fakrab menegaskan tiang beton yang berjejer di sepanjang jalan tidak difungsikan secara maksimal, lantaran kabel-kabel hanya dikaitkan seadanya. Pengguna jalan juga dipastikan dirugikan akibat ketidak becusan pemasangan kabel tersebut.

“Anehnya pihak-pihak terkait seolah diam melihat persoalan ini, apakah menunggu ada korban terlebih dahulu baru kabel itu dirapihkan? Pertanyaan kami apakah memang tidak ada anggaran untuk perawatan dan pemeliharaannya, sehingga kabel-kabel itu dibiarkan tak beraturan, atau memang vendor pada proses kegiatan pemasangan kabel tersebut yang tidak profesional.” ujar Dede Yusuf.

Padahal lanjutnya kendatipun kabel tersebut tidak bertegangan tinggi, harusnya dirapihkan karena bisa saja menimbulkan kerawanan seperti kabel tersangkut dan berbagai kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan serta mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kami mendesak agar kabel-kabel ini segera dirapihkan dan mengusut tuntas soal pemasangan kabel yang buruk tersebut, karena sangat merugikan.” pungkasnya. (LH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here