Miris, Seorang Nenek di Tangerang Hidup Sebatangkara Tidak Tersentuh Bantuan

0
241

TANGERANG, BANTENDAY.co.id – Nenek Tua Acih (95) warga Kabupaten Tangerang, hidup dalam kesendirian tanpa sanak keluarga tak tersentuh oleh bantuan dari Pemerintah setempat Dinas Sosial.

Hidup sebatangkara di rumah yang terbilang tidak layak dan terkadang makan seadanya. Nenek Acih adalah seorang warga Desa Cempaka Rt 03/08 Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Banten.

Dalam menjalani hidup sehari-harinya hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar untuk bertahan hidup.

Entah mengapa Nenek Acih tidak terdaftar di  Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinsos Kabupaten Tangerang, padahal sudah jelas kehidupannya jauh dari kata sejahtera, dan rasanya tidak mungkin jika RT, RW dan Desa setempat tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya tidak punya keluarga dan saudara, untuk makan saja saya bingung, mau kerja juga tidak mungkin karna usia saya sudah renta, berjalan saja saya sudah susah. Alhamdulillah aja masih punya rumah untuk tinggal walaupun apa adanya.” kata Nenek Acih kepada Bantenday.co.id. Sabtu kemarin (21/3/2020).

Ia juga tidak tau kenapa  tidak mendapat bantuan PKH maupun BPNT. Meskipun memiliki rumah walaupun kurang layak dan rawan sekali jika suatu saat ada bencana, namun beliau tetap bersyukur.

“Saya hidup sendiri tanpa sanak saudara, untuk makan saja saya mengandalkan belas kasihan dari tetangga. Untuk bekerja juga tidak mungkin karena usia sudah tua bantuan dari pemerintah juga saya tidak mendapatkan,” tukasnya.

Warga sekitarpun sangat  menyayangkan kepada Pendamping PKH atau petugas Dinsos yang tidak mendaftarkan namanya sehingga tidak mendapatkan bantuan apapun.

“Saya heran kok kenapa Nenek Acih tidak mendapatkan bantuan dari PKH dan BPNT, padahal sudah jelas bahwa dia hidup sendiri tanpa sanak saudara, terkadang makan saja minta belas kasihan dari orang lain, tempat tinggalnya pun sudah tidak layak untuk dihuni.”  ujar Nani tetangganya.

Ditambahkan Nani, dalam hal ini sudah seharusnya pemerintah Daerah turun tangan dalam memperhatikan kesejahteraan warganya dan juga memperhatikan kinerja Pendamping PKH dan para petugas Dinsos yang menyalurkan Program untuk kesejateraan rakyat Indonesia.

“Saya juga heran dengan kinerja Pendamping PKH dan petugas Dinsos terkait, padahal Nenek Acih layak mendapatkan bantuan dari Dinsos,” tambahnya. (Nursanto DC/LH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here