Belum Terima Barang, Sejumlah SD Keluhkan BOS Apirmasi TA 2019

0
202



LEBAK,BANTENDAY.co.id-Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Apirmasi Tahun 2019 di Lebak mengeluhkan, proses pemesanan perangkat fasilitas akses. Selain harganya mahal, barang yang dipesan melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Siplah) hingga kini belum juga diterima sekolah.




Salah seorang bendahara di Sekolah Dasar (Negeri) 1 Kerta Raharja Maman menuturkan, fasilitas akses yang dipesan melalui Siplah, antara lain infokus, tablet, laptop dan perangkat lainnya. Pembelian pesanan barang itu didanai dari BOS Afirmasi TA 2019 yang dilakukannya pada akhir tahun 2019.



“Sampai sekarang barang yang di pesan belum ada,” kata Maman, Senin 9 Maret 2020).


Ia mengatakan, sistem pembayarannya sendiri Cash On Delivery (COD) dan anggaranya sudah tersedia. Di Kecamatan Banjarsari ada beberapa item yang sudah dibeli melalui sistem media daring, diantaranya laptop dan perangkat lainnya.




“Tapi, ya karena mayoritas masih gagap teknologi (Gaptek). Jadi pemesanan hanya disatu toko. Sebenarnya, pemesanan boleh berbeda hanya saja, yang harga paketanya mendekati sama dengan di Rancangan Anggaran Belanja (RAB) itu ada dua toko yang terdaftar dalam Siplah,” katanya.


Ketika ditanya adanya rumor penggiringan oleh oknum ke salah satu penyedia barang yang tertera di Siplah, Ia tidak membantah. Namun menurutnya, itu disebabkan karena mayoritas sekolah termasuk pihak SDN 1 Kertajaya tidak mau direpotkan pada persoalan administrasi.



“Yang membuat sulit bukan nyari yang murah, tapi nyari yang harganya sesuai RAB BOS Afirmasi. Jadi walaupun mahal, ya kami lebih baik memilih perangkat yang harganya sesuai,” ujarnya.


Selain itu, paket perangkat yang tersedia ditoko penyedia yang tercatat dalam Siplah hanya ada dua yang nyaris sisanya nol dengan harga yang jauh lebih mahal dibanding penyedia yang tercantu di media daring lainnya.


“Misalnya harga Tab, itu bedanya Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu Kalau laptop sekitar R 400 ribu dengan merk dan spesifikasi sama seperti media penyedia barang yang tercantum dalam Siplah,” imbuhnya.



Ia menambahkan, alasan dirinya dan sejumlah sekolah lebih memilih paket atau tidak belanja satu persatu. Karena untuk memudahkan administrasinya.


“Khawatir palsu juga, soal diarahkan atau tidak saya tidak tahu yang jelas tidak ada penggirangan dari oknum manapun. Kenapa beli paketannya ke salah toko karena selain tersedia per paket juga harganya nyaris sama seperti dalam RAB Bos Afirmasi,” katanya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here