Para Cukong PETI Masih Bebas Berkeliaran, Warga Lebak Surati Presiden

0
392


LEBAK,BANTENDAY.co.id-Sejumlah elemen warga Lebak mendesak aparat penegak hukum serius dalam menangani kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Pasalnya aktivitas cukong gurandil itu dinilai menjadi salah satu penyebab banjir bandang yang terjadi belum lama ini.

Desakan itu datang salah satunya dari Ketua Lembaga Kajian Banten Bersatu (LKBB) Yatna Ruhyatna, yang meminta para pengusaha penambangan emas ilegal tersebut segera diproses hukum. Sebab saat ini kata Yatna, penangannya terkesan lambat dan dinilai tebang pilih. Atas dasar itu sejumlah elemen warga Lebak, akan segera melayangkan surat kepada presiden supaya mengetahui kondisi yang sesungguhnya di Lebak.

“Surat untuk presiden terkait penambang ilegal ini akan segera kita kirimkan. Kita mendesak aparat penegak hukum serius menangani kasus ini dengan segera menangkap bos atau cukong penambang emas ilegal. Melihat proses hukum yang kami rasa sangat lambat, kami pastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” ungkap Ketua LKBB, Yatna Ruhyatna, Rabu (4/3/2020).

Dijelaskan Yatna, aktivitas PETI yang marak salah satunya di kawasan Gunungjulang Lebakgedong yang masuk TNGHS. Dikawasan itu kata dia, terdapat ratusan lubang tempat para gurandil menambang emas. Sebab itu jika hanya satu dua orang pengusaha atau cukong PETI yang diproses hukum, hal itu tidak logis. Dengan banyaknya lubang galian emas artinya cukong PETI itupun banyak juga.

“Jadi harusnya semua bos atau cukong gurandil harus segera ditangkap, sehingga tidak terjadi lagi kegiatan penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan menyebabkan bencana. Saat ini para pengusaha gurandil itu masih oncang ocang kaki dan bebas berkeliaran, kapan ditangkapnya,” paparnya.

Namun kata Yatna bagi gurandil yang hanya sekedar kuli masuk lubang, jangan menjadi korban dalam penanganan kasus tersebut. Justru para gurandil itu perlu mendapat perhatian pemerintah, agar diberikan solusi untuk mendapatkan pekerjaan yang legal dan layak.

“Cukup para cukong nya saja yang diproses hukum, bagi para gurandil pemerintah harus memberi solusi bagi warga yang menggantungkan hidupnya sebagai gurandil. Sebab penmbangan emas ilegal ini sudah berlangsung puluhan tahun,” ujarnya.

Pernyataan yang hampir sama diungkap Ketua Aliansi Indonesia, Toni yang juga akan melayangkan surat kepada Presiden Jokowi terkait penanganan kasus PETI yang dianggap menjadi salah satu penyebab banjir bandang yang menelan korban jiwa tersebut.

“Gurandil itu hanya sebatas pekerja yang mencari makan, sementara pengusaha atau bos-bos gurandil yang untung besar atas kegiatan penambangan itu harus di tindak sesuai aturan yang berlaku di republik ini,” tegasnya.(A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here