Kasus Pidana di Lebak Turun Drastis

0
234

Humas PN Rangkasbitung, Mohamad Zakiuddin

LEBAK,BANTENDAY.co.id-Kasus pidana umum di Lebak yang masuk ke persidangan Tahun 2019 mengalami penurunan. Pengadilan Negeri Rangkasbitung mencatat, kasus pidana umum pada Januari hingga Desember 2018 sebanyak 259 perkara yang disidangkan. Sementara Tahun 2019 kasus pidana umum turun drastis hanya 173 perkara.

Humas PN Rangkasbitung, Mohamad Zakiuddin mengaku, belum tahu pasti penyebab atau indikator penurunan kasus pidana umum di Lebak tersebut. Namun yang jelas kasus pidana yang disidangkan di PN Rangkasbitung tahun 2019 turun secara siginifikan jika dibanding tahun sebelumnya.

“Kita tidak tahu indikasi penurunan kasus pidana yang disidangkan di sini (PN Rangkasbitung), karena kita hanya menerima sementara muaranya di kepolisian,” ungkap Zaki saat dihubungi di Kantor PN Rangkasbitung, Rabu (22/1)

Dijelaskan Zaki, perkara pidana yang disidangkan di PN Rangkasbitung pada Tahun 2018 didominasi dengan jenis kasus pencurian dan penadahan. Sementara di Tahun 2019 kasus pidana umum didominasi kasus pencurian dan kasus narkotika.

Sementara kasus pidana yang menyedot perhatian warga Lebak, kata Zaki, yakni kasus pemebunuhan dan pemerkosaan gadis suku Baduy. Saat ini perkara tersebut seorang terdakwa yang masih anak-anak sudah divonis divonis hukuman 7 tahun enam bulan penjara dan pelatihan kerja satu tahun di LPK kelas 1 Tangerang.

Masih kata Zaki, Majlis Hakim yang diketuai Dede Halim dan anggota Irwan Rosadi dan Andi Reformen Kacaribu itu, sudah disidangkan pada 9 Oktober 2019.

Terdakwa telah terbukti melanggar Paasal 81 Ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2004, Tentang perlindungan anak.

“Sementara satu terdakwa lagi akan disidangkan pada Salasa pekan depan dengan agenda tuntutan,” ucapnya.

Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lebak, Taufik Munggaran menyebut penurunan kasus pidana umum tersebut mengindikasikan kesadaran hukum warga Lebak mulai meningkat. Namun kata Taufik cukup memprihatinkan kasus asusila justru meningkat menjadi 36 kasus.

“Adanya dukungan semua pihak kasus pidana bisa ditekan,” katanya.(A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here