Gubernur Banten Langsung Perintahkan Cek Lokasi Sumber Panas di Rumah Warga Pandeglang

0
417

SERANG,BANTENDAY.co.id-Gubernur Banten, Wahidin Halim langsung memerintahkan jajaranya untuk mengecek lokasi adanya kemunculan sumber panas misterius di rumah milik Maya (55) warga Kampung Nelayan 1, RT 02/11, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang. Hal tersebut untuk memastikan sumber hawa panas di salah satu rumah warga.

Kepala Bro Bina Infrastruktur dan SDM Setda Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan, pada Jumat (17/01/2020) sore pihaknya langsung menindaklanjuti perintah gubernur, dan melakukan koordinasi dengan Dinas ESDM Banten.

“Tim kami langsung ke lokasi, untuk pengecekan,” kata Nana, Minggu (19/01/2020).

Di lokasi tim kemudian menemui Polsek Labuan untuk koordinasi dalam melakukan pengecekan di sumber hawa panas terjadi di sekitar pojok teras rumah dan pojok kamar tidur depan rumah Maya yang ramai diberitakan tersebut.

“Saat itu kami cek, keramik suhunya berkisar 40 derajat celcius. Dan tidak ada sumber gas dengan bau menyengat,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata Nana, dari hasil pengecekan tersubut dan dari informasi warga serta ketua RT, disimpulkan sementara sumber panas berasal dari aliran listrik.

“Walau belum dipastikan sumber panasnya, kami mengingatkan agar warga tidak panik. Dan meminta kepada Ketua RT agar besoknya yaitu Sabtu (18/01/2020) untuk membongkar beberapa keramik lagi, dengan mematikan aliran listrik di rumah itu terlebih dahulu,” paparnya.

Kemudian tim pada Sabtu pagi kembali melakukan pengecekan di lokasi, dan setelah dilakukan pembongkaran keramik, didapati kabel listrik yang terhubung ke tanah atau biasa disebut arde di sekitar sumber panas, dan kabel tersebut menghantarkan arus listrik.

“Kami langsung koordinasi dengan PLN, kemudian dilakukan pengecekan oleh PLN, kabel yang terhubung ke tanah diputus,” jelasnya.

Setelah kabel arde tersebut diputus PLN, lanjut Nana, seketika itu juga keramik di pojokan kamar rumah tersebut tidak mengeluarkan hawa panas lagi, dan garis polisi yang sempat dipasang pun dilepas Polsek Labuan karena sumber panas dianggap sudah tidak ada lagi.

“Ternyata sumber panas yang dianggap misterius itu, dari kabel arde yang memang dipasang untuk pembumian. Saat dulu yang memasang mungkin petugas instalasi listrik,” jelasnya. (A1)

Tinggalkan Balasan ke Anonim Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here