Usai Teken Piagam Dukungan BIC, Walikota Serang Bagi-bagi Clothing Aje Kendor

0
487

SERANG,BANTENDAY.co.id-Hampir seluruh jalur protokol di Kota Serang pada Sabtu malam (14/12/19) macet. Malam itu, diprediksi menjadi malam puncak Banten Indie Clothing. Walikota Serang pun merayap di antara roda dua dan empat, menuju Alun-alun Barat Kota Serang.

Malam itu, rupanya Walikota Serang, Syafrudin, tak mau ketinggalan moment. Diam-diam Pemkot Serang, melahirkan produk clothing tagline Kota Serang. Kaos bernuansa promosi destinasi wisata Kota Serang tersebut disebar di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu (14/12/19) malam, sesaat setelah Walikota menandatangani Piagam Dukungan dan Perlindungan Banten Indie Clothing.

Pantauan Wartawan di perhelatan BIC Sabtu malam, Walikota Serang mendatangi Alun-alun Barat sekitar pukul 20.00. Sempat terjebak kemacetan, orang nomor satu di Kota Serang itu datang tampil casual, dengan T-shirt brand lokal Astronkido.

Tak lama berselang Walikota pun naik ke atas stag dan menyapa warganya. Dalam acara yang didominasi kaum milenial itu, kehadiran walikota yang hampir bersamaan dengan Andika Kangen Band disambut antusias ribuan massa. Tak seperti kebanyakan acara-acara pada umumnya, Syafrudin tampak lebih santai.

Usai menyapa warganya, Ketum Nasional Perguruan Pencak Silat Bandrong tersebut langsung menandatangani Piagam Dukungan dan Perlindungan Banten Indie Clothing.

“Banten Indie Clothing ini telah menginspirasi banyak kawula muda. Acara ini sangat positif, Pemkot Serang harus mendukungnya. Saya berharap bisa lahir pengusaha muda-pengusaha muda baru yang pada gilirannya bisa memberikan efek domino pada perkembangan ekonomi di Kota Serang,” kata Walikota.

Pada sesi akhir, sebelum Walikota mengynjungi brand-brand lokal yang tersebar di Alun-alun, ia pun sempat membagi-bagi kaos bertajuk Aje Kendor. Tagline Kota Serang saat ini. Kaos-kaos bernuansa promosi kawasan wisata itu pun diberikan kepada para penonton yang bisa menjawab pertanyaan seputar Kota Serang. Acara berlangsung seru, ketika walikota berinteraksi dengan bahasa Jaseng (Jawa Serang, red) dengan warganya tersebut.

Berulang kali Syafrudin pun mengajak ribuan massa untuk memekikan tagnline Aje Kendor. “Kota Seraaaaang,” pekik Syafrudin. Lalu dijawab massa “Aje Kendoooorrrr,” teriak masa sambil mengacungkan kepal tangan.

Dalam keramaian antiklimaks tersebut, Syafrudin menelusuri brand-brand peserta BIC. Kendati terhimpit ia tetap semangat. Terlebih saat berinteraksi dengan para owner brand yang mayoritas adalah para pengusaha muda. Peluh membasahi pakaian yang dikenakan, tak membuat Syafrudin berkeluh kesah. Seolah ingin memasuki semua stand yang ada. “Ini dimana distronya,” tanyanya, saat memasuki booth Astronkido. “Di Kaujon Pak Wali,” jawab Deden, sang owner seraya memperkenalkan sejumlah produk yang ada.

Saat disinggung wartawan, apakah dirinya akan segera melaunching clothing Aje Kendor, Walikota pun menyambut dengan tawa. “Itu isinya program promosi destinasi wisata. Wartawan juga harus ikut mendorong promosi wisata di Kota Serang. Kalau urusan kaos, itu sudah ada ahlinya,” kata Syafrudin seraya tertawa.

Disisi lain, pihaknya berharap ke depan bisa lebih mendorong tumbuhnya industri kreatif di Kota Serang. Yakni dengan menghadirkan para investor untuk memudahkan aksebilitas produksi. Karena masih banyaknya proses industri ke luar Kota Serang. Seperti, produksi kaos yang masih mengandalkan Jakarta dan Bandung. Lantaran masih minimnya industri cetak sablon yang memadai di Ibukota Provinsi Banten tersebut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here