Ketua DPRD Lebak Dukung Pemkab Lakukan Terobosan Bagi Pelaku UMKM

0
319

LEBAK,- BANTENDAY.co.id-Ketua DPRD Lebak, Dindin Nurohmat memastikan, pihaknya mendukung Pemkab Lebak dalam melakukan terobosan untuk pengembangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lebak. Sebab dengan keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha ekonomi produkif tersebut, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu DPRD sangat mendukung langkah yang diambil oleh eksekutif terkait kerjasama dengan NSC, PHRI sepanjang tujuannya sama-sama untuk mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat (menurunkan tingkat kemiskinan),” ungkap politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, Kamis (5/12/2019).

Sebab itu, kata Dindin untuk melakukan pemberdayaan dan peningkatan produktiftas dan kualitas pelaku UMKM itu kewajiban pemerintah dengan melibatkan semua pihak. Sehingga pelaku UMKM bisa berkembang ditengah persaingan pasar.

“Seluruh pihak juga harus bersama-sama mendorong agar sektor UMKM (usaha ekonomi produktif dimasyarakat) dapat tumbuh dan bekelanjutan,” tukas kader partai besutan Prabowo Subianto ini.

Diketahui jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lebak, tidaklah sedikit. Pemkab Lebak memcatat data 2018 jumlah pelaku usaha ekonomi produktif itu, mencapai 50.338 UMKM.

Sebelumnya Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengatakan, untuk menjawab persaingan yang semakin ketat dan bisa memenuhi permintaan konsumen yang makin spesifik dan berubah cepat, perlu produk berkulitas namun dengan harga murah, maka diperlukan restrukurisasi dan reorientasi UMKM.

Ade menjelaskan, pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Lebak merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran. Selain itu tentu saja untuk memutus mata rantai kemiskinan yang masih dirasakan sebagian warga Lebak.

Sebab itu kata Ade, Pemkab Lebak, terus mendorong pengusaha skala besar melakukan kerjasama dengan para pelaku UMKM. Sehingga UMKM bisa berhasil dalam persaingan di pasar domestik maupun pasar global.

“Maju itu tidak boleh sendiri, harus bareng-bereng dengan mendekatkan kesenjangan,” kata Ade, usai melakukan melakukan perjanjian kerjasama antara Pemkab Lebak dengan New Star Cinema (NSC) Rangkasbitung, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, di Hotel Kharisma Rangkasbitung, Kamis (5/12/2019).

Ade meyakini jika kesejangan tinggi, akan berdampak pada ketidaknyamanan sehingga tidak akan kondusif. Untuk itu Ade meminta kolaborasi UMKM dengan pengusaha besar terjalin dalam menjaga kemitraan. Hal itu dilandasi prinsip saling menguntungkan, memperkuat dan saling membutuhkan.

Dibagian lain, Ade menyinggung proses pelayanan perizinan yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak. Terutama soal waktu dalam permohonan perizinan usaha, karena pengusaha, lanjut Ade, butuh kepastian.

“Kepastian waktu perlu, agar investor yang sudah ada tidak kabur,” ucapnya.

Sementara Plt Kepala DPMPTSP Lebak Yosep Mohamad Holis, menjelaskan, kemintraan adalah strategi bisnis yang dilakukan dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu, untuk menarik keuntungan baersama dengan perinsip saling membutuhkan dan membersarkan.

“Kemitraan dalam pemasaran produk salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara UMKM dan pengusaha besar sehingga akan dicapai bukan hanya pertumbuhan tetapi juga pemerataan,” ujarnya.(sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here