Proyek Molor, TP4D Anjurkan Perusahaan Diputus Kontrak dan Dibacklist

0
141

LEBAK,BANTENDAY.co.id- Menyikapi adanya pengerjaan proyek di Lebak yang molor, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) menegaskan, pengerjaan proyek yang molor harus diputus kontrak dan perusahaan yang mengerjakan diblack list. Selain itu konsultan juga harus bertanggung jawab terhadap progres proyek tersebut.

“Jika tidak selesai, pihak DPUPR Lebak haru tegas dan diputus kontrak serta perusahaan atau rekanan diblack list. Juga buat konsultan pengawasan jangan dibayarkan kalau tidak kerja,” ungkap Kepala Seksi Intel Kejari Lebak, Koharudin, di Rangkasbitung, Rabu (4/12/2019).

Sementara pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak mengaku telah menegur dua perusahaan pelaksana kegiatan pembangunan jalan. Alasannya, progres pengerjaan tidak sesuai target, sehingga kedua rekanan diminta mempercepat proses pengerjaan.

Baca Juga :  Pengurus BSMI Tingkat Kabupaten Lebak Dilantik

Kepala Bidang Pemeliharan Jalan dan Jembatan DPUPR Lebak, Hamdan S mengatakan, dari 28 paket pekerjaan jalan tahun ini, ada dua paket proyek yang dilaksanakan dua rekanan yang progresnya pengerjaannya belum sesuai target. Saat ini, progres pengerjaan masing-masing rekanan sekitar 68 persen dan 47 persen.

“Kita sudah memberikan teguran dan melakukan kroscek kelapangan. Kendala keterlambatan pengerjaan, salah satunya karena masalah teknis ketergantungan alat dan antrian hotmix,” kata Hamdan, Rabu (4/12/2019).

Ia menjelaskan, proyek yang pengerjaannya tak sesuai target itu, yakni di ruas jalan Leuwidamar- Gajrug dengan nilai kontrak Rp 8,9 miliar bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II dan ruas jalan Gunungkencana-Cirinten 2,8 Kilometer (KM) bersumber dari Bankeu APBD Provinsi Banten.

Baca Juga :  716 Calon Jemaah Haji di Lebak Ikut Bimbingan Manasik 

“Tetapi, grafiknya saat ini tentu terus meningkat. Karena memang saat ini pengerjaannya sedang dikebut, optimistis bisa selesai sesuai target paling lambat 25 Desember 2019,” katanya.

Menurutnya, tahun ini baik pemeliharaan maupun pembangunan jalan dari target 250 Kilometer, yang sudah terealisasi 80 persen. Kondisi jalan kabupaten yang kondisi mantap 61 persen.

“Untuk hotmixnya sendiri sekitar sepanjang 200 kilometer itu hotmix CTB. Hotmix CTB mulai diiterapkan dari tahun 2015,” katanya.

Jalan merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang ekonomi. Maka dari itu, pihaknya akan selalu menjaga agar jalan dalam keadaan layak untuk dilalui. Pemeliharaan jalan dilaksanakan untuk menjaga agar kondisi dan fungsi jalan tetap mantap dan layak dilalui pengguna jalan.

Baca Juga :  Persis Diminta Cegah Aliran Sesat

“Pemeliharaan dilaksanakan pada ruas jalan kabupaten dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang, dan untuk kondisi jalan yang rusak berat, maka akan ditangani dengan program peningkatan jalan kabupaten,” katanya.

Ia berharap masyarakat bisa memahami kinerja pemeliharaan jalan di Kabupaten Lebak karena hingga saat ini masih banyak yang belum dilaksanakan.

“Kita bekerja dengan skala prioritas, artinya kita akan melakukan pemeliharaan jalan sesuai dengan tingkat kerusakannya,” ujarnya.

Untuk pemeliharaan jalan yang belum dilakukan, kata dia, bukan berarti tidak dilakukan pemeliharaannya, tetapi bertahap.

“Kita juga selalu mendata jalan-jalan yang mengalami kerusakan, sehingga tujuan dari pembangunan perekonomian di Kabupaten Lebak akan terwujud sebagaimana mestinya,” pungkas Hamdan. (A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here