Bapenda dan Polres Lebak Gelar Razia Pajak

0
143

LEBAK,BANTENDAY.co.id- Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari wajib pajak, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten dengan Unit Pelaksana Teknis Samsat Lebak bersama Satuan Lalulintas Polres Lebak menggelar razia di Kampung Cileweng tepatnya di Samping Polres Lebak, Rabu (9/10/2019)

Kepala Seksi Penerimaaan dan Pelayanan Teknis UPT Bapenda Rangkasbitung Provinsi Banten Adang mengatakan, kegitan razia ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dengan langsung terjun kelapangan.

“Kegiatan razia ini rutin kita lakukan satu bulan sekali dan hari di hari pertama dalam dua jam kita sudah mendapatkan 26 pelanggar dan 8 orang

Baca Juga :  Puskesmas Cigemblong Lepas "ODGJ"

bayar di tempat. Sedangkan untuk sasarannya sendiri dari kendaraan truk, angkot, motor dan kendaraan yang lainnya,” ujar Adang

Kata Adang pihaknya optimis pencapaian target wajib pajak di tahun ini akan tercapai, bahkan bisa lebih dari target. Karena menurutnya, dari target Rp113 miliar kini sudah mencapai 81 persen.

“Kita oftimis ditahun ini wajib pajak kendaraan bermotor akan maksimal.

Baca Juga :  Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Kerjasama dengan BPKP Dalam Tata Kelola Keuangan Daerah

Kita juga di kantor untuk bulan Oktober ini setiap hari memberikan hadiah berupa handphone, Jam dan supernir lainya, kepada setiap wajib pajak yang telah membayar pajak tepat pada waktunya,” pungkasnya.

Sementara Kanit Patwal Satuan Lalulintas Polres Lebak Ipda R. Agung mengatakan dalam kegiatan razia gabungan tersebut, pihaknya telah menurunkan 13 personil dalam memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor.

“Kita akan melakukan penindakan terhadap pelanggar yang tidak memenuhi aturan administrasi seperti, pengendara yang tidak membawa SIM, STNK maupun kelengkapan yang lainya,” tuturnya

Baca Juga :  Penerima Insentif Guru Magrib Mengaji di Lebak Meningkat

Agung menghibau kepada seluruh pengendara di Lebak baik roda dua maupun roda empat agar tertib ketika belaluntias.

“Seperti membawa surat-surat terus pajak kendaraannya dihidupkan, ketika semuanya sudah tertib tidak mungkin kita melakukan penilangan. Jika tidak tertib ya terpaksa kita lalukan penilangan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap wajib pajak maupun ketertiban membawa surat-surat yang lengkap,” pungkas Agung. (AG/A1)

Tinggalkan Balasan