Pemkab Lebak Didesak Setop Pembebasan Lahan Siluman di Tiga Kecamatan

0
322

LEBAK, BANTENDAY.co.id-Pembebasan lahan di tiga kecamatan di Kabupaten Lebak, disoal. Pasalnya aktivitas pembebasan lahan tersebut diduga melanggar Permendagri Nomor 15 Tahun 1975 Tentang Ketentuan Tata Cara Pembebasan Tanah dan aturan agraria.

“Kami resah pembebasan tanah ini dilakukan terselubung atau secara sembunyi-sebunyi kami sebut ini pembebasan siluman,” ungkap aktivis pembangunann Lebak, Yatna kepada wartawan, di Rangkabitung, Selasa 8 Oktober 2019.

Dijelaskannya pembebasan lahan milik warga tersebut marak kini terjadi di tiga kecamatan yakni Rangkasbitung, Cibadak dan Kalanganyar. Dalam pembebasan lahan tersebut kata Yatna tidak jelas lantaran warga tidak mengetahui peruntukan tanah. Apalagi dalam pembebasan lahan itu mengenyempingan ketentuan.

Baca Juga :  Ruang Kelas SMAN 1 Cilograng Ambruk

“Seperti di Kecamatan Cibadak saja misalnya, kami prediksi sudah hampir 50 persen lahan milik warga sudah dibeli oleh para makelar tanah dengan harga yang variatif dari Rp15 ribu hingga Rp25 Ribu per meter. Selain harganya dibawah standar juga lahan pertanian dan pesawahan yang produktif habis dibebaskan,” paparnya.

Hal yang sama diungkap aktivis pembangunan Lebak lainya, Sutisan yang menilai pembebasan lahan siluman itu, tidak mengindahkan ketentuan dan merusak tata ruang.

Baca Juga :  Kumala Minta Kinerja Dewan Lebak Dievaluasi

“Jika dibiarkan pembebasan lahan yang mebabi buta ini maka warga stempat akan tersingkir dan dirugikan,” ucapnya.

Sebab itu keduanya meminta, agar Pemkab Lebak segera turun tangan untul menghentikan kegiatan pembebasan lahan di tiga kecamatan tersebbut.

“Pemkab Lebak harus segera menyikapi ini, ini untuk kepentingan warga Lebak, jikas tidak segera tidak ditanggapi maka kami akan melakukan aksi demo,” tegas kedua orang yang aktif di lebaga swadaya masyarakat (LSM) ini. (A1)

Baca Juga :  KPU Lebak Gelar Rapat Kerja Persiapan Pilkada Serentak 2018

Tinggalkan Balasan