Jumlah Produk IKM/UKM Masuk Waralaba Relatif Masih Kecil, Iti Octavia Ogah Pasang Target Tinggi

0
160

LEBAK,BANTENDAY.co.id-Data Pemkab Lebak mencatat, jumlah industri kecil dan menengah di Lebak, hingga saat ini mencapai 15.769 unit. Dari jumlah IKM sebanyak itu diklaim telah menyerap tenaga kerja sebanyak 31.538 orang, namun sayangnya kerjasama IKM dengan retail masih relatif kecil. Betapa tidak, dari 15.769 unit IKM, produk yang ditampung waralaba hingga 2019 ini baru 15 IKM/UKM.

Pemkab Lebak sendiri menyatakan telah melakukan berbagai upaya dalam mendorong sektor IKM agar terus tumbuh dan produktif yakni melakukan pelatihan, bimbingan teknis, memfasiltasi IKM untuk medapatkan legasitas usaha seperti P-IRT, sertifkasi halal, BPOM, Barcode, Expired, memberikan bantuan kemasan produk dan memberikan bantuan mesin dan peralatan.
produk IKM/UKM.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjelaskan, sektor industri kecil dan menengah merupakan salah satu sektor padat tenaga kerja sehingga sangat efektif dalam penyerapan tenaga kerja khususnya masyarakat disekitarnya, sektor ini juga dikatakan Iti merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi serta pelayanan masyaraka sehingga pemerintah daerah terus menumbuhkan potensi pada bidang ini dengan program yang relevan salah bukti konkrit nya yaitu mendorong pemasaran produk IKM/UKM yang bekerja sama dengan retailer-retailer sehingga dapat meningkatkan pertumbukan dan produktifitas para pelaku IKM/UKM di Lebak

“Sampai tahun 2019 sudah 15 produk dari 10 IKM kabupaten Lebak yang dikerjasamakan pemasarannya dengan pihak retail yang ada di Lebak,” ucap Iti Octavia saat kegiatan Seminar Pelatihan IKM/UKM sekaligus meluncurkan Produk IKM/UKM Lebak oleh salah satu perusahaan waralaba di Gedung Saung Kreatif UMKM Plaza Lebak, Kamis (18/7/2019)

Sepertinya Iti Octavia paham, meskipun masih bisa dihitung dengan jari IKM/UKM di Lebak yang produknya masuk dan dijajakan di waralaba, namun untuk sementara tidak memasang target penambahan produk yang masuk ritel itu secara signifikan, lantaran produk IKM/UKM memang berat bersaing dengan produksi sekala besar yang padat modal.

“Kami harapkan kedepannya jumlah IKM yang melaksanakan kerjasama pemasaran produk dengan pihak ritel supaya lebih banyak lagi minimal bertumbuh 100 persen dari jumlah tahun ini,” kata Iti Octavia.

Iti juga berharap kedepan melalui kegiatan ini produk-produk unggulan Lebak dapat lebih berkembang dan Ä‘ikenal tidak hanya masyarakat lebak akan tetap berekspansi ke luar lebak dengan terus senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas serta dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi.

“Kami pemerintah daerah mengucapkan
terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk terlaksananya kegiatan seminar dan peluncuran produk Lebak oleh Sumber Alfaria Trijaya,” kata Iti.

Sementara itu Corporate Communication General Manager Alfamart Nur Rachman mengatakan melalui kegiatan ini bagaimana prosedur para pelaku IKM/UKM lokal dapat memasarkan produknya di retail-retail besar sekaligus memberikan pelatihan terkait IKM itu sendiri.

“Kami mengajak para IKM untuk maju bersama melalui jaringan ritel yang dimiliki Pt. Sumber Alfaria Trijaya khususnya yang ada di Lebak” kata Nur Rachman.

Dalam kegiatan tersebut juga dilangsungkan beberapa Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang dilakukan PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk dengan Dekranasda Lebak, KONI Lebak dan Penandatangan Berita Acara Seminar IKM / UKM dengan Dinas Perindustrian serta pemberian bantuan paket sekolah dengan Forum CSR Kabupaten Lebak.(A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here