Pendapatan Lebak 2018 Terealiasi Rp2,5 Triliun

4
242

LEBAK,BANTENDAY.co.id- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2018, di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, Banten (05/07/2019).

Menurut Iti, lertanggungjawaban ini sepenuhnya mengacu pada hasil pemeriksaan BPK-RI dengan mekanisme akuntabilitas keuangan dan akuntabilitas kinerja obyektif yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Neraca, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Pendapatan dianggarkan sebesar Rp2,51 Triliun lebih terealisasikan sebesar Rp2,50 Triliun lebih atau 99,71%, sedangkan Belanja dianggarkan sebesar Rp2,70 Triliun rupiah lebih terealisasi sebesar Rp2,44 Triliun atau 90,39%, Pembiayaan Netto dianggarkan sebesar Rp195,32 Miliar rupiah terealisasikan sebesar Rp195,32 Miliar atau 100 persen dan Silpa sebesar Rp252,95 Miliar.

“Terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun 2018 sebesar Rp252,95 miliar lebih yang diperoleh dari adanya pelampauan penerimaan pendapatan, sisa penghematan belanja atau akibat lainnya,” ujar Iti.

Iti memaparkan, kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan dan kegiatan lanjutan dengan rincian Kas di kas Daerah sebesar Rp 179,68 miliar lebih, Kas FKTP sebesar Rp10,65 miliar, Kas BLUD RSUD Dr. Adjidarmo sebesar 61,08 miliyar rupiah lebih dan Kas dana Bos sebesar Rp1,54 Miliar lebih

“Berdasarkan laporan operasional jumlah pendapatan dan beban pemerintah kabupaten lebak untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2018 adalah Pendapatan sebesar Rp2,5 Triliun lebih, Beban sebesar Rp2,50 Triliun lebih, Surplus dari operasional sebesar Rp14,13 miliar lebih dan Surplus sebesar Rp 39,44 miliar,” paparnya.

Dihadapan Angggota DPRD Lebak, Bupati juga menyampaikan laporan perubahan ekuitas tahun 2018, dalam laporannya iti memaparkan Ekuitas awal sebesar 4,34 triliyun rupiah lebih, Surplus sebesar Rp39,44 miliar lebih, dampak kumulatif perubahan kebijakan sebesar minus Rp276,14 miliar lebih dan Ekuitas akhir sebesar Rp4,11 Triliun lebih.

“Neraca pemerintah kabupaten tercatat aset sebesar Rp4,14 Triliun rupiah lebih yang terdiri dari Asset lancer sebesar Rp482,23 miliar lebih, Investasi jangka panjang sebesar Rp 110,65 Triliun lebih, Asset tetap sebesar Rp3,52 Triliun lebih, dan Asset lainnya sebesar Rp22,82 miliar lebih,” ungkapnya.

Sedangkan Kewajiban sebesar Rp29,31 Miliar lebih yang merupakan kewajiban jangka pendek serta Ekuitas sebesar Rp4,11 Triliun.

Untuk arus kas Pemkab Lebak, bupati menyampaikan Saldo kas awal per 1 Januari 2018 sebesar 158,38 miliyar rupiah lebih, Arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp370,49 miliar rupiah lebih. Arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar minus Rp275,91 miliar lebih, Arus kas bersih dari aktivitaspendanaan sebesar minus 12,70 juta lebih, Arus kas bersih dari aktivitas transitoris sebesar 0 rupiah, Saldo kas per 31 Desember 2018 sebesar Rp252,95 miliar lebih.

Iti meyakinkan dalam menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang tepat waktu serta berupaya untuk meningkatkan efektivitas dalam sistem pengendalian intern.(red

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here