1701 Warga Lebak Alami Gangguan Jiwa, 62 Orang Dipasung

0
401

Ilustrasi/net

LEBAK, BANTENDAY.co.id-Ribuan warga Lebak hingga tahun 2019 ini mengalami gangguan jiwa. Data Dinas Kesehatan Lebak dari 62 Puskesmas mencatat, sebanyak 1701 orang di Lebak, mengalami gangguan jiwa, 66 dua orang diantaranya dalam kondisi dipasung. Dari jumlah tersebut sebanyak 1673 warga mengalami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).

Seperti salah data di Puskesmas Muncang Kabupaten Lebak, sebanyak 18 warga mengalami ODGJ. Kepala Puskesmas Muncang, H.Kumajaya mengatakan, dengan adanya hasil pendataan keluarga sehat/PIS-PK Tahun 2017, untuk Tahun 2019 sebanyak 18 warga Muncang terkena ODGJ.

“Untuk tahun ini terkait dengan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sudah kami layani dari jumlah hasil pendataan data ODGJ 18 orang,” ungkapnya.

Dijelaskan, Kumajaya, pihaknya saat ini melakukan intervensi ke keluarga penderita ODGJ.

‘Kunjungan rumah keluarga penderita oleh petugas dalam bentuk edukasi dan penyuluhan serta memotivasi keluarga supaya semua ODGJ berobat teratur,” ungkapnya

Menyikapi banyaknya penderita ODGJ yang mencapai ribuan orang, Sekretaris DPD KNPI Lebak, M. Hudri meminta, pihak Dinas Kesehatan Lebak secepatnya memprioritaskan penanganan ODGJ yang jumlahnya mengkhawatirkan tersebut.

“Bayangkan ODGJ jumlahnya mencapai ribuan, sudah seharusnya ditangani serius pihak Pemkab dalam hal ini Dinkes Lebak harusnya menjadi prioritas. Apalagi ada keluhan ke kita, bagaimana tindakan yang harus dilakukan pihak keluarga penderita,” kata Hudri.

Selain itu kata Hudri, adanya sejumlah ODGJ yang berkeliaran di Kota Rangkasbitung, kerap menyebabkan ketentraman umum.

“Sering kita temui banyak berkeliaran ODGJ di Kota Rangkasbitung, bahkan ada yang tanpa busana ditempat umum ini kan juga cukup mengganggu. Sebab itu kami dorong pihak Dinkes Lebak menyikapi ini secara maksimal,” katanya. (Kusnadi/Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here