Menekan Angka Jobless, Disperindag Latih Pemuda Sulap Kayu Limbah Industri

0
207

CILEGON,BANTENDAY.co.id – Sebanyak 20 Pemuda dari Wilayah Kabupaten Pandeglang dilatih mengolah limbah kayu industri untuk dijadikan berbagai macam furniture dan benda kerajinan lainnya oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Rabu – Kamis (19-20/6).

Acara yang dilangsungkan di Hotel Cilegon City, Kota Cilegon tersebut menghadirkan Tim instruktur dari Spesialis Jati Belanda GARASI KAPAL, perusahaan industri kreatif di Kota Serang.

Kepala Bidang Perindustrian, Rudi, mengatakan puluhan pemuda yang diberikan pelatihan tersebut berasal dari Desa Kadu Ela, Pandeglang. Sebuah desa tertinggal dari 8 desa yang terdapat di Provinsi Banten.

“Harapannya mereka bisa lahir sebagai wirausaha baru dengan menggali potensi di wilayahnya,” kata Rudi.

Menurut Rudi, program yang digulirkan pihak Kementerian tersebut ditujukan untuk menekan angka pengangguran di Banten.

“Banyak sekali potensi yang bisa digali di daerah mereka tinggal, namun mereka memerlukan inspirasi untuk menggalinya. Semoga dengan pelatihan ini bisa membuka pengetahuan para pemuda tersebut,” katanya.

H Adam, instruktur dalam acara tersebut mengatakan, para peserta antusias mengikuti pelatihan dan dari proses pelatihan. Bahkan diantaranya mengaku mampu mengerjakan berbagai ide kreatif setelah mengikuti langsung pelatihan tersebut. “Selama ini mereka tidak pernah melihat dan merasakan mengolah limbah kayu. Selanjutnya dengan pengetahuan yang ada bisa diterapkan di wilayahnya dengan menggali potensi wilayahnya,” kata Owner GARASI KAPAL tersebut.

Adam memberikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten yang telah menggelar pelatihan setiap tahunnya dalam rangka menekan pengangguran (Jobless) dengan menggandeng industri kreatif yang ada di Banten.

Disisi lain, Adam berharap, selanjutnya instansi terkait di Pemprov Banten bisa melakukan pembinaan terhadap industri kreatif yang sudah ada agar tetap survive dan bisa menjadi industri kreatif yang bisa bersaing secara nasional maupun internasional.

“Tentu saja bukan hanya melahirkan wirausaha baru, wirausaha yang ada agar dibina dan ditingkatkan lagi, dan dibantu pemasarannya agar insdutri tetap tumbuh sebagai penopang ekonomi di Banten,” pungkas H.Adam.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here