Wisatawan Pantai Bagedur Lebak Tersengat Ubur-ubur, Ternyata Mahluk ini Punya Kekuatan Super

0
631

ubur-ubur/net

LEBAK,BANTENDAY.co.id- Pengunjung Pantai Bagedur di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak Banten, terkena sengatan ubur-ubur dipantau tersebut. Akibatnya sejumlah pengunjung yang tersengat ubur-ubur iti harus dilarikan ke puskesmas pada Jumat (7/6/2019).

Koordinator PMI Kabupaten Lebak, Desi Rachmawati mengatakan, setidaknya 30 pengunjung tersengat ubur-ubur saat tengah berenang di pantai.

Mereka yang tersengat langsung ditangani oleh tim medis yang siaga di Pantai Bagedur.

“Kita lakukan penanganan sederhana dengan air garam, efek sengatannya seperti demam akan hilang setelah tentakel yang nempel di kulit dibersihkan,” kata Desi seperti dikutip Kompas.com.

Sementara sekitar 10 korban sengatan ubur-ubur dibawa ke Puskesmas Malingping lantaran mengalami sesak nafas dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Masih kata, efek sengatan ubur-ubur sebetulnya tidak berbahaya jika segera ditangani. Namun, sebagian pengunjung tidak merasakan disengat, hingga akhirnya sadar setelah badan terasa kaku atau paling parah mengalami sesak nafas.

“Sebagian besar yang disengat anak-anak, saat berenang tidak sengaja tersentuh, atau sengaja disentuh karena disangka plastik,” ucapnya.

Namun kata Desi, wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Pantai Bagedur lantaran tetap aman meski terdapat ubur-ubur.

Meski demikian, wisatawan diimbau waspada dengan tidak menyentuh ubur-ubur jika menjumpai hewan tersebut baik di pinggir pantai maupun saat berenang.

Ubur-ubur yang menyengat di Pantai Bagedur, merupakan jenis bluebottle, dengan ciri-ciri berwarna biru bening menyerupai plastik.

“Jika tersengat jangan panik, langsung hubungi tim medis, kami dari PMI, dinas kesehatan, BPBD dan Balawista selalu siaga,” katanya.

Ubur-ubur ternyata punya kemampuan super dan tidak seburuk yang kita kira. Seperti dikutip dalam artikel Philip Lamb, University of East Anglia.

Jarang sekali ada orang yang menyukai ubur-ubur. Wajar saja, di pantai mereka tampak lemas, tak berbentuk, dan melepuh di bawah sinar mentari. Sementara di dalam air, mereka kerap menyengat kulit kita. Gerakan mereka tidak seanggun kura-kura, atau paus bungkuk.

Meski demikian, ubur-ubur termasuk binatang paling tidak biasa di Bumi, dan pantas mendapat kesempatan kedua untuk memulihkan nama baik mereka.

Ahli bertahan hidup

Ubur-ubur termasuk makhluk hidup dengan jumlah paling banyak di laut. Penelitian terbaru menunjukkan, ada sekitar 38 juta ton ubur-ubur di kawasan epipelagik saja (kedalaman 0-200 meter). Selain itu, mereka terdapat di semua lautan dan menempati sebagian besar habitat laut termasuk laut dalam.

Rahasia mengapa ubur-ubur terdapat di mana-mana adalah tubuhnya. Tubuh yang terbuat dari agar-agar adalah strategi yang berhasil. Tubuh bergelatin itu telah mengalami evolusi tiga kali secara independen, dan telah ada selama paling tidak 500 tahun (hampir tidak berubah).

Ubur-ubur bertahan hidup melewati lima peristiwa kepunahan massal di Bumi, yang memusnahkan 99% kehidupan.

Memiliki kekuatan super

Ubur-ubur telah mengembangkan kemampuan unik, yang beberapa tampak seperti supernatural. Ubur-ubur sisir memiliki bio-luminesensi yang membuat badannya bercahaya. Satu spesies tropis telah membentuk simbiosis dengan ganggang fotosintetik, yang bekerja seperti panel surya mereka sendiri, sehingga mereka bisa memperoleh energi langsung dari matahari.

Ada pula spesies lain yang bisa beranak-pinak dalam jumlah tak terhingga: ubur-ubur bulan betina pernah terlihat melepaskan lebih dari 400.000 bayi sekaligus.

Yang paling menakjubkan tentu saja adalah kemampuan mereka memiliki kesempatan kedua mereka saat muda. Ketika kondisi lingkungan tidak menguntungkan, spesies tertentu seperti ubur-ubur kompas, barel, dan bulan bisa membalikkan perkembangan merekasehingga mereka kembali menjadi anakan ubur-ubur dalam rangka menunggu masa-masa sulit berlalu.

Masa kanak-kanak yang menakjubkan

Banyak ubur-ubur yang tergolong dalam kelas scyphozoa memiliki siklus hidup yang rumit dan luar biasa. Tahap kehidupan mereka amat jauh berbeda sehingga mereka pernah dianggap spesies yang sama sekali berbeda.

Ubur-ubur dewasa bereproduksi secara seksual, dengan melepaskan ribuan bayi yang dikenal sebagai planula ke plankton. Planula menghabiskan beberapa hari terapung-apung sebelum menetap pada permukaan yang keras seperti batu, atau permukaan buatan seperti beton atau plastik.

Tiap planula kemudian berkembang menjadi polip, bentuk kehidupan stasioner kecil (2-3 mm) yang memakan potongan terapung plankton. Polip-polip ini bereproduksi secara aseksual, membentuk sebuah koloni klon.

Bila saatnya tepat, klon menjalani proses yang disebut strobilasi, yang mengubah tiap klon menjadi sesuatu yang tampak seperti tumpukan kue dadar. Satu demi satu, mereka kemudian dilepaskan ke plankton di sekitarnya.

Meski hanya berukuran beberapa millimeter dan kurang memiliki ciri khas spesies dewasa, “kue dadar” ini sesungguhnya adalah ubur-ubur kecil. Akhirnya mereka akan matang menjadi dewasa yang bereproduksi secara seksual, dan memulai siklusnya lagi (asumsikan mereka tidak membalikkan perkembangan bila kondisi jelek).

Tergantung dari spesiesnya, satu polip bisa menghasilkan satu, segenggam, ratusan atau bahkan ribuan ubur-ubur dalam sekali waktu, kadang dalam periode bertahun-tahun. Kombinasi kemampuan reproduksi dewasa yang ditambah dengan reproduksi aseksual polip, dianggap sebagai salah satu alasan mengapa kawanan besar yang dikenal sebagai formasi kumpulan (bloom) ubur-ubur tampaknya bisa muncul entah dari mana.

Anugerah bagi umat manusia

Ubur-ubur tanpa diragukan lagi bisa menyebabkan masalah ekologi dan ekonomi bagi manusia. Ledakan massal ubur-ubur bisa membanjiri peternakan ikan, menghambat pipa pendingin pembangkit listrik, merusak jaring ikan dan menghancurkan bisnis wisata.

Sengatan mereka juga menyebabkan reaksi alergi berat yang dikenal sebagai anafilaksis dan bahkan membunuh manusia. Namun ubur-ubur juga merupakan sumber kolagen medis, yang bisa digunakan dalam pembalut luka atau bedah rekonstruksi, dan mereka dianggap makanan lezat di Jepang dan Cina.

Namun kontribusi terbesar ubur-ubur untuk umat manusia pastilah protein fluoresen hijau (PFH), “biomarker” umum yang disintesis dari ubur-ubur kristal. PFH memungkinkan ilmuwan memantau bagaimana gen-gen tertentu bekerja secara langsung, dan telah membuktikan riset medis yang tak ternilai.

PFH telah digunakan pada lebih dari 30 ribu studi, termasuk studi tentang HIVdan penyakit Alzheimer. Tak heran, para ilmuwan di balik sintesis PFH diganjar Nobel Kimia pada 2008.

Ubur-ubur mungkin awalnya dianggap penjahat, tapi bagi banyak ilmuwan di seluruh dunia, mereka telah menjadi pahlawan yang tidak disengaja.

Misteri yang menarik

Masih sangat banyak yang bisa kita temukan mengenai organisme mengagumkan ini. Ada banya bukti yang menunjukkan jumlah ubur-ubur meningkat di wilayah tertentu akibat perubahan iklim dan penangkapan berlebih spesies lain.

Ada yang menganggap jumlah ubur-ubur mungkin bertambah di seluruh dunia. Akan tetapi, saat ini kita kekurangan data pasti untuk mengetahuiapa yang tengah terjadi pada mayoritas populasi ubur-ubur.

Misteri lainnya adalah peran sejati ubur-ubur dalam ekosistem. Hingga saat ini ditengarai bahwa ubur-ubur mungkin tidak dimakan oleh apapun selain penyu atau ikan mola-mola yang sesekali muncul, dan mereka tidak menyumbangkontribusi berarti pada rantai makanan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa ketika populasi ubur-ubur membengkak, tidak akan ada kontrol alami, dan ekosistem jadi didominasi mereka.

Kekhawatiran ini tidak sepenuhnya sepele, dan ekosistem yang didominasi ubur-ubur tampaknya telah terbentuk di lepas pantai Namibia. Namun teknik analitis baru yang melibatkan akustik, kamera laut, analisis kimia, dan analisis DNA telah menunjukkan berbagai spesies sesungguhnya memakan ubur-ubur.

Ini berarti, mungkin ubur-ubur memiliki peranan yang lebih penting dalam ekosistem laut daripada yang diduga sebelumnya. Mendokumentasikan dan memahami hal ini adalah prioritas utama bagi peneliti ubur-ubur. (SEP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here