Mereka Yang Menebar Ketakutan di Pilkada DKI, Sekarang Lakukan Hal Yang Sama Terhadap Prabowo – Sandi

0
215

Topik, Bantenday.co.id – Saya ingin tuntaskan tulisan tentang jualan ketakutan di 2018 yang dimainkan oleh satu KELOMPOK sebagai modus untuk menguasai ingatan dan mood politik publik.

Sekarang mood itu dipakai untuk menolak Prabowo setelah gagal mereka pakai untuk menolak Anies Baswedan 2017 lalu.

Sebagai warga negara kita perlu menetralisir imajinasi dan mood publik.

Agar perdebatan pada awal tahun 2019 nanti benarĀ² dicerna dengan akal sehat dan tanpa rasa takut.
Kita tentu ingin melihat kapasitas pemimpin apa adanya. Jangan besar bayang dari orangnya.

Dalam Pilkada Jakarta, hampir saja rasa takut menyebar tidak saja di ibukota.

Tapi di seluruh nusantara. Hampir saja perpecahan akibat Pilkada di satu titik menjadi beban seluruh bangsa.

Di sini saya katakan apresiasi kepada Agus Yudhoyono dan mpok Sylvi yang berada di posisi tengah.

Alhamdulilah, akhirnya pemilu kepala daerah ibukota berlangsung relatif aman.

Meski residunya muncul di mana-mana. Suatu hari saya ke Manado, saya dihadang oleh sekelompok orang bersenjata, Ustadz UAS, Ust Zul, dll juga kena akibat padahal kami semua bukan Tim Sukses.

Kita yang bersaudara jadi bersengketa padahal kita tidak punya hubungan apapun dengan Pilkada DKI, nyoblos juga tidak.

Tapi itulah, rasa takut membuat kita menjadi tidak rasional dan itu target mereka. Mereka tidak mau pemilih itu cerdas, mereka bikin kita gila.

Dalam Pilkada Jakarta, digambarkan seolah-olah kalau Anies-Sandi menang, ibukota akan jadi tempat bahaya.

Jakarta akan penuh intoleransi karena swiping akan ada di mana-mana dan orang berjubah sorban akan melakukan sembarangan melakukan razia.

Pilkada Jakarta digambarkan seolah sebagai momen yang sempurna bagi persekongkolan kelompokĀ² intoleran dan anti kebhinekaan.

Di dalamnya ada Prabowo, Anies Baswedan, Sandiuno dan para ulama yang anti NKRI. Begitulah kecemasan dipompa jadi komoditi politik.

Alhamdulilah Anies Baswedan dan Sandiuno memimpin ibukota, tidak ada masalah. Kedua pemuda putra bangsa yang cemerlang itu membuat kita bangga. Mereka punya pergaulan dunia.

Selengkapnya di fahrihamzah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here