Cerita Kakorlantas Selama berada di Jalur Mudik-Balik: Pekerjaan Sudah Kami Anggap Hobi

0
278
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa (foto: bantenday.co.id
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa (foto: bantenday.co.id

 

JAKARTA, BANTENDAY.CO.ID– Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa yang berada langsung di lapangan sejak pelaksanaan operasi Ketupat dimulai pada tanggal 8 Juni hingga 24 Juni 2018, guna memastikan pengamanan arus mudik-balik berjalan lancar mengungkapkan kisah perjalanan tugasnya.

Kakorlantas memulai perjalanan dari Jakarta hingga Surabaya. Kakorlantas beserta jajaran terus berada di jalur-jalur mudik baik dalam tol maupun jalan non tol. Pengecekan pada jalan tol fungsional juga dilakukan, mulai Kertasari-Krapyak, Salatiga-Kertasura dan Wilangan-Kertosono, serta sejumlah titik-titik rawan kemacetan tidak luput dalam pantauannya guna memastikan langsung keamanan, keselamatan dan kelancaran para pemudik. Seperti di jembatan Kali Kuto dan tanjakan Kali Kenteng.

Tidak hanya sarana dan pra sarana jalan, Kakorlantas juga memantau langsung bagaimana kedisiplinan dan ketertiban masyarakat selama arus mudik-balik lebaran 2018 dalam berlalu lintas.

“Bagus, pemudik cukup tertib dan meningkat. Terutama kecelakaan menurun itu tidak terlepas dari kedisiplinan yang meningkat. Mereka cukup sadar bagaimana berkendara yang baik. Dan tidak ada kecelakaan massal. Hanya satu-satu di seluruh Indonesia jadi kalau dijumlah cukup signifikan tapi itu menurun dibanding tahun lalu. Kemudian ketertiban berlalu lintas dan menjaga antrian juga cukup baik. Sepeda motor pun kami melihat di arteri yang berboncengan lebih dan muatan lebih sampai extending depan ke belakang. Tapi itu sedikit, sangat jauh dibanding tahun lalu,” ungkap Kakorlantas.

Di akhir Kakorlantas menyampaikan, bahwa berada langsung di lapangan merupakan kebahagiaan karena dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat, baik para pemudik maupun masyarakat sekitar dan juga para petugas gabungan.

“Lebih banyak sukanya, karena sekalipun ada duka, tapi itu untuk kebahagiaan semua. Sehingga lelah-letih itu sebagai bumbu pelayanan kami kepada masyarakat, karena pekerjaan sudah kami anggap sebagai hobi,” kata Kakorlantas.(Gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here